Iran juga telah menyerang negara-negara tetangga Teluk yang menjadi pangkalan militer AS besar.
Televisi negara Iran mengatakan Garda Revolusi telah memberikan "respons tegas" setelah pasukan AS menghantam menara komunikasi di kota pelabuhan Sirik.
Kantor berita Mehr Iran mengatakan pelabuhan Iran beroperasi normal tanpa kerusakan pada fasilitas atau peralatan. Bahrain mengatakan serangan terbaru Iran melanggar nota kesepahaman.
Dampak pada Harga Minyak dan Rute Pelayaran
Ratusan kapal, termasuk kapal tanker bermuatan minyak, telah diblokade di dalam Teluk sejak perang pecah.
Saat mereka mulai meninggalkan Selat dalam dua pekan terakhir, harga minyak turun mendekati level sebelum perang akibat lonjakan pasokan.
Washington mempromosikan jalur selatan di sepanjang pantai Oman, sementara Teheran, yang pada akhirnya bertujuan memungut biaya penggunaan Selat, ingin kapal menggunakan rute utara melalui perairannya dan di bawah kendalinya.
Ebrahim Azizi, kepala komite keamanan nasional parlemen Iran, mengatakan pada Sabtu bahwa setiap pelanggaran terhadap instruksi pelayaran Iran akan dihadapi dengan tegas.
Wakil Presiden AS JD Vance, kepala negosiator Presiden Donald Trump untuk konflik tersebut, mengatakan Amerika telah mematuhi perjanjian gencatan senjata dan menyalahkan Iran atas kembalinya konflik.
"Iran menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah menghormatinya.
>>> Hitung-hitungan Biaya Pakai Mobil Listrik Changan, Cuma Segini per Km
Jika mereka tidak setuju tentang bagaimana MOU diterapkan, mereka bisa menelepon. Tetapi kekerasan akan dibalas dengan kekerasan," kata Vance di X.