unique visitors counter
⌂ Beranda News Wali Kota Bekasi Minta Wangneng Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal pada Proyek PSEL

Wali Kota Bekasi Minta Wangneng Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal pada Proyek PSEL

Wali Kota Bekasi Minta Wangneng Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal pada Proyek PSEL
Ilustrasi: Wali Kota Bekasi Minta Wangneng Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal pada Proyek PSEL
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong agar proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) memberikan manfaat langsung bagi warga setempat.

Usai meninjau fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) milik Wangneng Environment Co., Ltd. di Huzhou, China, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menggelar diskusi teknis dengan manajemen Wangneng.

>>> Komplotan Curanmor Lintas Provinsi Digulung Resmob Polda Banten, Tiga Pelaku Ditembak

Diskusi tersebut dihadiri jajaran DPRD Kota Bekasi dan tokoh masyarakat Bantargebang. Salah satu isu utama yang disampaikan adalah keberpihakan terhadap masyarakat lokal.

"Saya ingin sejak proses pembangunan dimulai hingga nanti PSEL beroperasi, masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang, menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja," ujar Tri.

Tri menegaskan bahwa pembangunan PSEL tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Bekasi.

in2

"Kehadiran PSEL harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus menjadi sarana alih pengetahuan agar ke depan SDM kita mampu mengoperasikan fasilitas berteknologi tinggi ini secara mandiri," tambahnya.

Komitmen Wangneng

Menanggapi hal tersebut, Chairman Wangneng Environment Co., Ltd., Mr. Shan Chao, menyampaikan bahwa pada tahap awal perusahaan akan menempatkan sejumlah tenaga ahli dari China untuk mendampingi proses konstruksi dan operasional awal.

>>> Gagal Bobol Indomaret di Kibin, Satu Pelaku Babak Belur Diamuk Massa

Namun, kehadiran tenaga ahli tersebut bersifat sementara dan difokuskan untuk melakukan transfer knowledge kepada tenaga kerja lokal.

"Kami akan membawa tenaga ahli dari China pada tahap awal pembangunan dan commissioning. Namun tujuan kami adalah melakukan transfer teknologi dan pengetahuan.

Setelah proses tersebut selesai, operasional fasilitas akan dijalankan oleh tenaga kerja lokal yang telah kami latih sesuai standar Wangneng," ujar Chao.

Komitmen tersebut disambut positif oleh Tri Adhianto. Ia menilai banyak aspek yang dapat bermanfaat bagi Kota Bekasi saat pembangunan PSEL.

"Ini yang kami harapkan. Teknologinya datang ke Bekasi, ilmunya juga tinggal di Bekasi.

>>> Gelombang Panas Rekor Penuhi Kamar Mayat Paris, Keluarga Berduka

Jadi yang kita bangun bukan hanya fasilitasnya, tetapi juga SDM masyarakat Bekasi," pungkasnya.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru