Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat ada 10 desa/kelurahan di 7 kecamatan yang menjadi lokus utama penanganan stunting pada tahun 2026.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan bahwa perekonomian dan sanitasi menjadi penyebab utama stunting di wilayah tersebut.
>>> Pelaku Curanmor Modus Pengamen di Tangerang Dibekuk Polsek Cipondoh
Menurutnya, jika ekonomi masyarakat kurang, kemampuan keluarga untuk menyediakan makanan bergizi bagi balita tidak maksimal. Hal ini menyebabkan asupan gizi tidak terpenuhi dan berujung pada stunting.
Penanganan stunting tahun ini didasarkan pada Keputusan Bupati Tangerang No. 794 Tahun 2025 tentang penetapan desa/kelurahan lokus prioritas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
>>> Dusun Bambu Hadirkan Wajah Baru, Siap Sambut Serbuan Wisatawan Libur Sekolah
Sepuluh desa yang menjadi prioritas meliputi Desa Gaga dan Desa Pakuhaji di Kecamatan Pakuhaji, Desa Mekarsari dan Desa Sukatani di Kecamatan Rajeg, serta Desa Pangkalan dan Desa Kebun Cau di Kecamatan Teluknaga.
Selain itu, ada Desa Gempol Sari di Kecamatan Sepatan Timur, Desa Salembaran Jaya di Kecamatan Kosambi, Desa Cikasungka di Kecamatan Solear, dan Desa Gunung Kaler di Kecamatan Gunung Kaler.
>>> WhatsApp Desktop Disusupi Malware, Kaspersky Ungkap Modus Baru Lewat Lampiran
Hendra menambahkan, faktor lain penyebab stunting adalah kurangnya sanitasi lingkungan. Pengelolaan sampah yang buruk dan buang air besar sembarangan menyebabkan infeksi pada balita yang memicu stunting.