Memilih antara Vivo X300 Pro dan Vivo X300 Ultra bukan sekadar soal mana yang lebih baik, melainkan apakah keunggulan Ultra sepadan dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Kedua ponsel ini sama-sama flagship, namun Ultra dibanderol sekitar 500 dolar AS atau Rp50 juta lebih mahal. Berikut rincian apa yang Anda dapatkan dengan uang ekstra tersebut.
>>> Boat Luncurkan Speaker Bluetooth Stone 900 dengan Suara 80W dan Baterai 15 Jam
Desain dan Layar
Baik X300 Pro maupun X300 Ultra menggunakan rangka aluminium, kaca depan dan belakang, serta sertifikasi IP68/IP69. Keduanya juga dilengkapi pelindung Armor Glass dan pemindai sidik jari ultrasonik.
Perbedaan utama ada di layar. X300 Pro memiliki panel LTPO AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 1260×2800.
Sementara X300 Ultra mengusung layar 6,82 inci dengan resolusi QHD+ 1440×3168 dan refresh rate 144Hz.
Keduanya sama-sama mendukung HDR10+, Dolby Vision, dan kecerahan puncak 4.500 nits. Namun, layar Ultra terasa lebih imersif berkat ketajaman dan kehalusan yang lebih tinggi.
Performa dan Baterai
X300 Pro ditenagai MediaTek Dimensity 9500, sedangkan X300 Ultra menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan GPU Adreno 840.
Chipset Qualcomm pada Ultra menawarkan performa lebih kencang untuk gaming dan tugas berat.
Keduanya memiliki RAM hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB. Ultra juga mendukung DisplayPort via USB-C dan codec Bluetooth yang lebih lengkap.
Dari segi baterai, X300 Pro memiliki kapasitas 6.510 mAh dengan pengisian 90W kabel dan 40W nirkabel.
X300 Ultra sedikit lebih besar, yaitu 6.600 mAh dengan pengisian 100W kabel dan 40W nirkabel.
Keduanya mampu bertahan seharian penuh, namun Ultra unggul dalam kecepatan pengisian dan daya tahan yang sedikit lebih baik.
