Pemerintah Iran secara resmi menyatakan kepada badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa mereka memiliki otoritas penuh atas sebagian wilayah Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam dokumen yang diserahkan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO), lembaga PBB yang mengawasi pelayaran dunia.
>>> Empat Tahap Menuju Kedaulatan Pangan ala Ekonomika Pancasila
"Sebagian wilayah Selat Hormuz masuk dalam teritori perairan Republik Islam Iran," tulis pernyataan resmi Iran dalam dokumen tersebut.
Iran merujuk pada hukum laut internasional yang memberikan kedaulatan, yurisdiksi, dan otoritas penuh atas wilayah laut teritorial bagi negara kepulauan atau pesisir.
Pemantauan Ketat dan Respons AS
Langkah Iran untuk mengendalikan Selat Hormuz, termasuk rencana penarikan biaya retribusi bagi kapal komersial yang melintas, kini dipantau ketat oleh industri pelayaran global dan negara-negara tetangga di kawasan Teluk.
>>> Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Serangan AS ke Wilayah Iran
Komando Pusat AS (USCENTCOM) menegaskan bahwa pasukannya akan tetap mendukung penuh prinsip kebebasan navigasi internasional.
AS menyatakan tidak akan tunduk pada klaim persyaratan sepihak maupun hambatan apa pun di Selat Hormuz.
>>> Emas Merosot Usai AS Cabut Waiver Penjualan Minyak Iran
Dalam dokumen tersebut, Iran tidak merinci secara spesifik titik koordinat yang mereka klaim atau menyatakan apakah penggunaan rute pelayaran alternatif dapat diterima.
