Presiden RI Prabowo Subianto memanggil jajaran pimpinan BP Batam ke Istana untuk membahas percepatan transformasi Batam sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertemuan pada 8 Juli 2026 itu dihadiri Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala Li Claudia Chandra, Deputi Investasi Fary Djemy Francis, serta Deputi Infrastruktur Mouris Limanto.
>>> Hasil Seleksi Mandiri UPNYK Bela Negara 1 Diumumkan Hari Ini, 8 Juli 2026
Arahan Presiden
Presiden menegaskan Batam harus menjadi model implementasi agenda nasional melalui hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, dan efisiensi logistik.
Menurut Presiden, keunggulan Batam harus dibangun di atas kepastian hukum, kecepatan pelayanan, dan infrastruktur berdaya saing global.
Salah satu arahan utama adalah modernisasi pelabuhan dan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Batam sebagai simpul logistik nasional.
>>> Jadwal Pemadaman Listrik Bandung Hari Ini, Rabu 8 Juli 2026
Pelabuhan itu akan terintegrasi dengan kawasan industri, manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, dan jaringan pelayaran dunia.
Langkah ini diharapkan menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global.
Laporan BP Batam
Amsakar Achmad melaporkan bahwa pasca penguatan regulasi melalui PP Nomor 25 Tahun 2025, pelayanan investasi menjadi lebih cepat dan memberikan kepastian lebih baik bagi investor.
>>> Kuwait dan Bahrain Hadapi Serangan Rudal Setelah AS Bombardir Iran
Sementara itu, Li Claudia Chandra menjelaskan BP Batam terus memperkuat tata kelola melalui digitalisasi Land Management System (LMS) untuk meningkatkan transparansi dan kemudahan layanan lahan.
