Banyak orang mengalami kesulitan mengendalikan porsi makan begitu nafsu makan muncul.
Kebiasaan ini sering dipicu oleh waktu makan yang terlalu lama atau kurangnya protein dan serat dalam menu harian.
Ketika kadar gula darah naik dan turun drastis, risiko makan berlebihan semakin besar. Makanan olahan seperti keripik, roti, atau makanan siap saji justru merangsang nafsu makan lebih lanjut.
Strategi yang lebih baik adalah mengonsumsi makanan kaya protein, serat, dan air sebelum makan utama. Cara ini membantu merasa kenyang lebih cepat sehingga porsi makan lebih terkontrol.
Kentang Rebus
Kentang sering dianggap buruk untuk diet karena kandungan karbohidratnya. Namun, jika diolah dengan benar, kentang justru membantu mengendalikan nafsu makan.
Kentang rebus atau kukus mengandung banyak air dan memiliki volume tinggi relatif terhadap kalori.
Mengonsumsi satu kentang rebus kecil sekitar 20–30 menit sebelum makan dapat membantu mencegah makan berlebihan.
Hindari mentega dan keju. Cukup bumbui dengan sedikit garam dan merica.
Dalam 100 gram kentang terkandung sekitar 87 kalori, 370 mg kalium, dan 12 mg vitamin C.
Kentang juga mengandung pati resisten yang meningkat setelah didinginkan. Pati ini memperlambat pencernaan, mencegah lonjakan gula darah, dan membuat kenyang lebih lama.
Menurut studi di European Journal of Clinical Nutrition, kentang rebus termasuk makanan berkarbohidrat yang paling mengenyangkan.
Yogurt Yunani
Jika Anda cepat lapar setelah makan, mungkin asupan protein kurang. Yogurt Yunani mengandung 8–10 gram protein per 100 gram, lebih tinggi dari yogurt biasa.
Protein membutuhkan waktu lebih lama dicerna, sehingga menunda rasa lapar. Yogurt Yunani juga menyediakan kalsium dan vitamin B yang mendukung kesehatan tulang dan metabolisme.
Pilih yogurt Yunani tawar tanpa gula tambahan. Tambahkan sedikit buah beri, kayu manis, atau kacang-kacangan untuk serat dan lemak sehat.
Perhatikan kandungan gizi setiap merek. Hindari topping seperti granola atau sereal yang bisa menambah kalori secara signifikan.
Edamame
Edamame adalah kedelai muda yang belum matang.
Dalam 100 gram edamame matang terkandung sekitar 11–12 gram protein dan 5 gram serat pangan, serta kalium, folat, dan zat besi.
Kombinasi protein nabati dan serat meningkatkan rasa kenyang, memperlambat pencernaan, dan menstabilkan gula darah. Cara memakannya yang mengeluarkan biji dari polong juga memperlambat ritme makan.
Edamame beku bisa dipanaskan dengan microwave untuk camilan praktis. Pilih yang rendah garam atau bumbui sendiri dengan merica atau air lemon.
Apel
Apel mengandung banyak air dan serat pangan.
Dalam 100 gram apel dengan kulit terdapat sekitar 52 kalori, 2,4 gram serat, dan 107 mg kalium.
Pektin dalam apel membentuk gel yang memperlambat pengosongan lambung dan menunda rasa lapar. Mengunyah apel juga memperlambat kecepatan makan.
Jika ingin camilan manis, makan apel terlebih dahulu dapat mengurangi keinginan akan kue atau permen. Simpan apel yang sudah dicuci dan diiris agar mudah dijangkau.
Untuk rasa kenyang lebih lama, padukan apel dengan yogurt Yunani tawar atau sedikit selai kacang.