BPI Danantara menegaskan bahwa lembaganya tidak akan menjadi instrumen penyelamat atau bail out bagi bursa saham Indonesia.
Hal ini disampaikan di tengah kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan hingga pertengahan tahun ini.
>>> Cek TKP, Polisi Temukan Pisau yang Diduga untuk Tusuk Korban Begal di Tigaraksa
Opsi bail out untuk bursa saham domestik juga tidak akan diambil apabila Indonesia digeser ke status frontier market oleh penyedia indeks global seperti MSCI.
Pernyataan ini disampaikan oleh Head of Public Investment Danantara Investment Management, Rani Piputri.
Rani menjelaskan bahwa Danantara menghormati proses peninjauan yang dilakukan penyedia indeks global. Menurutnya, MSCI memiliki metodologi independen dalam menentukan klasifikasi suatu negara.
Danantara hanya menjadi salah satu pelaku pasar yang dimintai pandangan dalam proses konsultasi.
>>> Pertamina Salurkan Ribuan Paket Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa Prasejahtera
Meskipun proses review memicu gejolak di pasar saham Indonesia, Rani menilai kondisi ini justru menjadi momentum untuk mempercepat reformasi pasar modal.
