Pernah merasa menjadi langganan gigitan nyamuk saat berkumpul dengan keluarga atau teman? Sementara orang di samping Anda tampak santai, Anda justru sibuk mengusir nyamuk.
Fenomena ini bukan sekadar perasaan. Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk tidak memilih mangsanya secara acak.
>>> Airlangga Tanggapi Proyeksi IMF soal Ekonomi RI 2026
Nyamuk betina membutuhkan protein dari darah manusia untuk pembentukan telur. Mereka menggunakan petunjuk seperti karbon dioksida, aroma tubuh, panas kulit, dan warna pakaian untuk menentukan target.
Faktor yang Membuat Tubuh Lebih Menarik bagi Nyamuk
Berikut beberapa faktor yang membuat seseorang lebih sering menjadi sasaran nyamuk berdasarkan penelitian kesehatan.
1. Menghasilkan Karbon Dioksida Lebih Banyak.
Setiap manusia mengeluarkan karbon dioksida saat bernapas. Gas ini menjadi penanda utama bagi nyamuk.
Orang dengan ukuran tubuh lebih besar, ibu hamil, atau yang baru selesai berolahraga menghasilkan lebih banyak karbon dioksida sehingga lebih mudah dideteksi.
2. Aroma Tubuh yang Berbeda.
>>> AS: Perundingan dengan Iran Berlanjut Meski Hormuz Bergejolak
Setiap orang memiliki aroma tubuh unik yang dipengaruhi keringat, asam laktat, amonia, dan senyawa alami lainnya.
Bau tubuh tertentu ternyata lebih menarik bagi nyamuk dibandingkan aroma tubuh orang lain.
3. Suhu Tubuh Lebih Hangat.
Nyamuk mampu mendeteksi panas tubuh. Saat suhu tubuh meningkat karena olahraga, demam, atau cuaca panas, peluang digigit nyamuk bertambah.
4. Golongan Darah.
>>> Realme Narzo 100x 5G Resmi Meluncur 15 Juli, Bawa Baterai 8.000mAh dan Fitur AI Google Gemini
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa golongan darah tertentu, seperti golongan O, lebih menarik bagi nyamuk.
