Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia dapat memproduksi bensin dari tanaman dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.
Keyakinan ini muncul setelah pemerintah resmi memberlakukan mandatori campuran biodiesel 50% atau B50.
Menurut Prabowo, program B50 membuktikan bahwa Indonesia mampu meningkatkan nilai tambah crude palm oil (CPO). Mandatori tersebut juga membuat Indonesia berhenti mengimpor solar.
Saat ini, kata Prabowo, sedang dilakukan penelitian untuk mengembangkan bensin dari tanaman. Di sisi lain, Indonesia juga bersiap memandatorkan campuran bioetanol ke dalam bensin.
"Saya harap dalam 3-4 tahun lagi kita nanti juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman!
Berarti petani singkong akan hidup makmur, petani jagung akan hidup makmur," ujar Prabowo dalam Peringatan Hari Koperasi ke-79, Minggu (12/7/2026).
Sebelumnya, pada Kamis (9/7/2026), Prabowo meresmikan mandatori pencampuran fatty acid methyl esther (FAME) 50% dengan solar atau biodiesel B50.
Peresmian berlangsung di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat.