Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Alfalah di Kampung Benger, Desa Patia, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Krisis tersebut telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir. Pimpinan Ponpes, Ustadz Aceng Supriadi, mengajukan permohonan bantuan air bersih.
>>> Warga Serbu Toko Perlengkapan Anak di Depok, Sempat Timbulkan Kemacetan
Permintaan itu direspons oleh tim gabungan dari Dinas Sosial Provinsi Banten, Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Boedak Saung Rescue (BSR).
Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang, Rahmat Baihaki, menyatakan bahwa 5.000 liter air bersih telah disalurkan ke Ponpes Raudhatul Alfalah.
"Kami menerima laporan terkait kondisi air sumur di ponpes tersebut. Karena itu, kami segera menyalurkan bantuan air bersih," kata Rahmat, Minggu, 12 Juli 2026.
>>> Koperasi Merah Putih Dinilai Mampu Perkuat Ekonomi Desa jika Dikelola Profesional
Bantuan air bersih digunakan untuk kebutuhan memasak, berwudu, serta kebutuhan sehari-hari para santri dan pengelola pondok pesantren.
Rahmat menegaskan, Tagana siap memberikan bantuan serupa kepada masyarakat yang membutuhkan selama musim kemarau, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
"Sudah menjadi kewajiban kami membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
>>> Jürgen Klopp Selangkah Lagi Resmi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Pembina Boedak Saung Rescue (BSR), Ade Mulyana, mengatakan bahwa musim kemarau menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang kesulitan memperoleh air bersih.
