Apa Nama Pengganti Dari Bandara Adisutjipto yang ada di Yogyakarta? Benarkah Sudah Resmi Berubah Sejak 2020?
Yogyakarta Merayakan Kelahiran Bandara Megah: Bandara YIA
Yogyakarta telah melahirkan bandara megah yang membanggakan, diberi nama Bandara Adisutjipto.
Proyek ambisius ini menelan biaya yang tidak sedikit, mencapai lebih dari Rp11 triliun.
Pembangunan bandara ini dijalankan oleh PT Angkasa Pura I dan PT PP selama 20 bulan.
Bandara Adisutjipto menawarkan banyak keunggulan dibandingkan dengan bandara lama.
Salah satu keistimewaannya adalah runway-nya yang panjang, mencapai 3.250 meter, mampu menampung pendaratan pesawat besar seperti Airbus A380 dan Boeing 777.
Kolaborasi antara kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menciptakan bandara yang mampu menampung lebih banyak penumpang dibandingkan dengan bandara lama.
Bandara ini adalah kebanggaan Yogyakarta.
Jika sebelumnya Bandara Adisutjipto hanya mampu menampung sekitar 1,6 juta penumpang, kini dengan hadirnya bandara baru ini, kapasitasnya meningkat drastis menjadi 20 juta penumpang.
Bandara yang kini dikenal dengan nama Bandara YIA (Yogyakarta International Airport), semakin besar dan megah.
Gubernur Ganjar menekankan bahwa menjadikan bandara ini mampu menampung 20 juta penumpang bukanlah tugas yang mudah, terutama setelah pergantian nama bandara.
Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta mempertimbangkan desain yang tahan terhadap bencana alam.
Bandara ini dibangun dengan konsep ketahanan terhadap gempa hingga 8,8 skala richter dan mampu menahan gelombang tsunami setinggi 12 meter.
Bandara ini diakui sebagai salah satu bandara terbaik oleh Presiden Jokowi.
Meskipun sebelumnya sepi, namun setelah vaksin Covid-19 ditemukan, Bandara YIA menjadi salah satu bandara tersibuk di Yogyakarta.
Dengan kehadiran Bandara YIA, pariwisata Jawa Tengah mendapatkan dorongan besar.
Salah satu destinasi unggulan yang mendapat manfaat langsung adalah kawasan objek wisata Candi Borobudur.
Keberadaan bandara ini membuka pintu bagi lebih banyak wisatawan untuk menikmati keindahan Jawa Tengah, menghidupkan kembali pamor destinasi wisata di daerah tersebut.***