Amerika Serikat pada Selasa (15/7) mengumumkan pemberlakuan kembali blokade laut di seluruh pelabuhan Iran. Langkah ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung sejak Februari.
Presiden Donald Trump juga membatalkan usulan biaya transit sebesar 20 persen bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Gagasan itu baru dilontarkan sehari sebelumnya dan menuai kritik.
Militer AS menyatakan telah memulai serangan baru untuk terus menurunkan kemampuan Iran yang digunakan menyerang kapal dagang di Selat Hormuz.
Teheran kembali menutup selat tersebut setelah permusuhan meningkat pekan lalu.
Gencatan senjata rapuh yang tercapai pada Juni kini kembali terusik.
Dalam sehari terakhir, Iran menyerang fasilitas AS di Yordania dan Bahrain, sementara kapal tanker milik Uni Emirat Arab menjadi sasaran di selat.
Serangan baru ini meningkatkan keraguan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani bulan lalu akan mengarah pada penghentian permanen perang.
Konflik telah melibatkan negara-negara tetangga Iran dan mengganggu pasokan energi global.
Sebelum perang pecah pada Februari, sekitar seperlima lalu lintas minyak dan gas dunia melintasi Selat Hormuz setiap hari.
Trump pada Senin mengusulkan biaya 20 persen untuk menjaga selat tersebut.
Usulan itu mendapat kritik tajam, termasuk dari badan pelayaran PBB yang menentang biaya untuk selat yang digunakan dalam navigasi internasional.
Setelah sehari, Trump membatalkan ide tersebut dan mengatakan akan mencari kesepakatan investasi dengan negara-negara Teluk.
Proyektil AS menghantam lokasi di sekitar Bandar Abbas, kota Iran di selat tersebut, kata kantor gubernur kepada media pemerintah.
Sementara itu, kantor berita IRNA melaporkan proyektil AS mengenai area dekat Sirik di Iran selatan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan dalam wawancara dengan televisi pemerintah bahwa jika AS mengira dengan memperketat tindakan, aksi militer, dan blokade ekonomi akan membuat Iran kembali ke perundingan, maka AS salah.
Blokade laut terhadap kapal yang menuju dan dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran mulai berlaku kembali pada pukul 20.00 GMT, setelah sempat dicabut pada Juni.
Trump mengatakan selat itu terbuka untuk semua lalu lintas kapal kecuali Iran.
Militer AS menyatakan saat ini terdapat lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan pesawat militer yang beroperasi di seluruh kawasan.
Pada awal konflik, Trump mengatakan AS akan menguasai jalur air tersebut, namun tujuan itu belum tercapai.
Sebelum perang, Iran tidak pernah menegaskan wewenang untuk mengendalikan selat.
Konflik ini tidak populer di AS, di mana harga bensin naik dan pemilihan kongres akan digelar pada November.
Harga minyak mentah acuan Brent naik 15 persen dalam tujuh hari terakhir menjadi 85 dolar AS per barel, tertinggi sejak pertengahan Juni.
Perang telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon, sejak dimulai pada Februari dengan serangan gabungan AS-Israel ke Iran.
Konflik meluas ke negara-negara Teluk lainnya saat Iran melakukan pembalasan.
Meskipun ekonomi global sebagian besar mampu bertahan dari guncangan energi, IMF memperingatkan bulan lalu bahwa perpanjangan perang hingga pertengahan Juli membawa risiko besar.
Setengah dari responden dalam jajak pendapat Reuters mengatakan perang tidak sebanding dengan biayanya.
Iran pada Selasa mengatakan menyerang pangkalan militer AS di Yordania dengan rudal balistik, sementara Bahrain yang menjadi markas pangkalan angkatan laut AS melaporkan menggagalkan serangan udara Iran.
Uni Emirat Arab mengatakan seorang awak kapal India tewas dan delapan lainnya terluka ketika dua kapal tanker minyak Emirat terkena rudal jelajah Iran.
Kantor gubernur Pulau Qeshm Iran, di Selat Hormuz, mengatakan terkena proyektil AS sekitar pukul 19.00 waktu setempat.
Proyektil AS meledak di dekat fasilitas air dan listrik di Pulau Kish Iran, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim.
Yordania mengatakan telah menembak jatuh empat rudal balistik, dan ledakan terdengar di Manama, ibu kota Bahrain.
Washington berulang kali menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, sesuatu yang dibantah Teheran. Iran menginginkan sanksi diakhiri dan negara-negara lain mengakui kendalinya atas selat tersebut.
Trump mengatakan beberapa negara, tanpa menyebut namanya, telah menyatakan ingin berinvestasi di AS daripada dikenakan biaya.
Belum jelas apa yang disepakati negara-negara Teluk, dan ia tidak menyebutkan komitmen investasi spesifik.