Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anggapan bahwa likuiditas di pasar keuangan dan perbankan melimpah kurang tepat. Menurutnya, data yang disajikan juga salah.
Purbaya mengatakan likuiditas yang dianggap memadai tidak tercermin dari sejumlah data yang ia monitor. Salah satu contohnya adalah angka deposito yang terkadang naik kencang.
>>> Bupati Tangerang Tinjau Langsung Rehabilitasi RTLH di Tigaraksa
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Rabu (15/7/2026). Rapat tersebut membahas laporan Kementerian Keuangan 2025 yang telah diaudit.
"Walaupun banyak bank yang bilang likuiditas ample, kalau bapak tanya ke LPS, BI, OJK, semua bilang ample tapi data mereka salah semua.
>>> Motif Teror Bom SD Srengseng Sawah Terungkap, Pelaku Kecewa soal Seragam Sekolah
Saya di LPS cukup lama, saya coba cari indikator yang pas," kata Purbaya.
Ia menambahkan bahwa ada kesalahan data atau indikator yang digunakan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) selama ini.
>>> Purbaya Ungkap Alasan Tarik Ulur Dana SAL di Himbara
"Saya sudah minta tim KSSK perbaiki itu, tapi rupanya masih belum dapat," ujarnya.
