Ekonom Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi menilai pengetatan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui sistem pembatasan volume hanya akan memperburuk antrean yang terjadi di sejumlah daerah.
Menurut Badiul, pengetatan seharusnya dilakukan dengan pembaruan data penerima dan integrasi sistem digital, bukan sekadar prosedur yang lebih rumit.
"Pengetatan tidak boleh hanya diwujudkan melalui pembatasan volume atau prosedur yang lebih rumit, yang dibutuhkan adalah subsidi yang lebih tepat sasaran, bukan sekadar akses yang semakin sulit," kata Badiul ketika dihubungi, Jumat (17/7/2026).
Ia menegaskan permasalahan utama yang menyebabkan Pertalite dan Solar tidak tersalurkan tepat sasaran adalah belum akuratnya mekanisme penargetan.
Akibatnya, BBM bersubsidi masih mudah diakses oleh masyarakat yang mampu membeli BBM nonsubsidi.