Film terbaru Na Hong-jin, 'Hope', telah melampaui dua juta penonton hanya dalam lima hari setelah dirilis. Capaian ini menjadikannya film tercepat tahun ini yang mencapai angka tersebut.
Namun, di balik kesuksesan komersialnya, film ini juga memicu diskusi hangat. Sutradara Lee Chang-dong dan Bong Joon-ho turut memberikan pandangan mereka setelah menonton 'Hope'.
>>> Alienware 16X dan Area-51 16/18 Resmi Meluncur dengan Intel Ultra 9 dan RTX 50 Series
Pujian dari Lee Chang-dong dan Bong Joon-ho
Lee Chang-dong, yang pernah menjadi guru Na di Korea National University of Arts, menyebut 'Hope' sebagai puncak hiburan sinematik.
Ia menekankan bahwa film ini mendorong setiap elemen—ketegangan, suspens, dampak visual, dan tempo—melampaui batasnya.
Bong Joon-ho, yang filmnya 'The Host' juga berkisah tentang makhluk misterius, menonton 'Hope' dalam keadaan sangat gembira.
Ia memuji 62 menit pertama yang menawarkan kegilaan aksi sekaligus membangun keburukan, ketidakberartian, dan kerapuhan karakter manusia.
Mengapa Banyak Makian?
Salah satu keluhan penonton adalah banyaknya kata makian dalam film. Bong Joon-ho pun menyinggung hal ini dengan bercanda.
Na Hong-jin menjelaskan bahwa sekitar setengah dari makian tersebut adalah improvisasi, sisanya ada di naskah.
Ia mengaku telah menghapus sekitar 200 makian saat pascaproduksi, tetapi masih tersisa lebih dari 100.
Menurut Na, dalam situasi bertarung melawan alien, definisi kata makian perlu berubah. Makian menjadi seruan yang mampu mengekspresikan seluruh rentang emosi.
Mengapa Alien?
Lee Chang-dong bertanya langsung kepada Na: mengapa alien?
Na sebelumnya dikenal lewat film bergaya khas seperti 'The Chaser', 'The Yellow Sea', dan 'The Wailing', sehingga peralihan ke fiksi ilmiah dianggap mengejutkan.
Na mengaku ingin menghindari pengulangan pola.
