Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Manila, Filipina, pada Kamis (23/7).
Pertemuan itu digelar di sela-sela pertemuan tahunan para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
>>> Asia Nego agar Saudi Alihkan Rute Minyak Laut Merah ke Afrika
Rubio dijadwalkan kembali membahas prospek Amerika Serikat menjadi mediator untuk mengakhiri perang di Ukraina. Baik AS maupun Rusia belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi pembicaraan tersebut.
Pertemuan tertutup selama tiga hari yang dimulai Selasa lalu itu juga menyoroti konflik yang kembali memanas di Timur Tengah, serta sengketa Laut China Selatan yang kembali memanas pada Kamis.
Upaya AS untuk menjadi penengah perang Rusia-Ukraina sempat terhenti karena perundingan tidak langsung macet dan perang di Iran menjadi fokus utama.
Serangan baru antara Washington dan Teheran meningkat setelah gencatan senjata sementara gagal.
Pada Rabu, Rubio mengatakan kepada wartawan di Manila bahwa ia berencana mengangkat konflik Ukraina dengan Lavrov.
Ia menegaskan AS tetap terbuka untuk berperan mengakhiri konflik "jika kesempatan itu muncul."
Rubio mengakui upaya tersebut "agak menurun dalam beberapa bulan terakhir," namun pertemuan ini akan mengeksplorasi apakah ada peluang untuk menghidupkan kembali perundingan.
"Kami harus memiliki hubungan dengan pemerintah Rusia, meskipun kami memiliki area ketidaksepakatan," ujarnya, seraya mencatat bahwa kedua negara adalah negara dengan senjata nuklir terbesar.
Lavrov, saat berbicara kepada wartawan di pertemuan ASEAN, mengatakan ia akan menanyakan kepada Rubio tentang pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang memprediksi penyelesaian konflik sudah dekat.
"Saya akan menanyakan Marco Rubio tentang hal itu besok," kata Lavrov.
