Amerika Serikat menghentikan sementara serangan udara malam hari terhadap Iran yang telah berlangsung hampir dua pekan.
Langkah ini memunculkan pertanyaan baru mengenai strategi Presiden Donald Trump di kawasan Timur Tengah.
>>> BAZNAS Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina di Indonesia
Penghentian serangan terjadi di tengah meningkatnya bentrokan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi.
Houthi, kelompok bersenjata berbasis di Yaman yang didukung Iran, mengaku menembakkan rudal dan drone ke fasilitas yang terkait dengan raksasa minyak Saudi Aramco.
>>> Harga Emas UBS Hari Ini 26 Juli 2026 Turun Rp53.000 per Gram, Investor Perlu Cermati Selisih Buyback
Sasaran Houthi disebut berada di kota pelabuhan Jizan dan Yanbu di Laut Merah. Hingga kini belum ada konfirmasi dari pemerintah Arab Saudi maupun Aramco mengenai serangan tersebut.
Otoritas Saudi sempat mengeluarkan peringatan darurat, tetapi kemudian mencabutnya dan menyatakan situasi telah aman. Koalisi pimpinan Arab Saudi kemudian melancarkan serangan balasan ke posisi militer Houthi pada Sabtu.
>>> Jejak Pembentukan PFII: Pemerintah Kebut Aturan dan Siapkan Insentif
Menurut Yemen TV, stasiun televisi yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman yang diakui internasional, koalisi juga menyerang pelabuhan yang selama ini menjadi titik awal serangan maritim Houthi sehari sebelumnya.
