PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan tidak akan mengurangi frekuensi pelayaran maupun melakukan penyesuaian layanan angkutan penyeberangan perintis yang telah ditetapkan hingga akhir tahun.
Kepastian ini didapat setelah pemerintah menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp139 miliar.
"ASDP kini memiliki kepastian untuk melanjutkan seluruh layanan sesuai lintasan dan jadwal yang telah ditetapkan.
Karena itu, tidak terdapat rencana penyesuaian frekuensi maupun pengurangan layanan," kata Corporate Secretary ASDP Windy Andale dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Windy menyampaikan bahwa saat ini pihaknya fokus memastikan seluruh lintasan perintis beroperasi secara optimal.
Hal ini penting agar masyarakat, khususnya di wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP), tetap memperoleh akses transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Selain itu, layanan ini juga mendukung akses terhadap layanan dasar, aktivitas ekonomi, serta distribusi logistik dan kebutuhan pokok.
"Dukungan ini memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa layanan penyeberangan di berbagai wilayah, termasuk di Nusa Tenggara Timur, dapat kembali berjalan secara normal sehingga konektivitas antardaerah tetap terjaga," jelas Windy.