Kepastian hukum dan kepatuhan terhadap regulasi dalam proses pemilihan Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai akan menjadi sinyal positif bagi investor, baik domestik maupun asing.
Hal ini diungkapkan oleh Ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafni, dalam keterangannya pada Selasa (28/7/2026).
>>> Gempa Bumi Besar Guncang Wilayah Kyushu Jepang
Menurut Rahma, faktor krusial lain yang penting dalam menjaga kepercayaan pasar adalah kejelasan mengenai mekanisme transisi.
Proses penunjukan pengganti definitif yang transparan dan akuntabel akan meminimalkan ruang bagi rumor serta spekulasi liar.
"Komitmen pada stabilitas harga dan nilai tukar pelaku pasar menanti kepastian bahwa kepemimpinan baru akan tetap fokus pada mandat utama, yaitu mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian," kata dia.
>>> Event Top Up Free Fire 7.0 Juli 2026: Dapat Skin Eksklusif dan Bonus Diamond
Ia menambahkan, pasar selalu mencermati batas antara kebijakan fiskal dan moneter.
Ketegasan bank sentral dalam mempertahankan independensinya dari tekanan politik maupun fiskal adalah fondasi utama untuk meredam risiko premi risiko (risk premium) yang berlebihan pada aset domestik.
>>> Cara Mengajukan Refund Apple Service: Langkah, Syarat, dan Waktu Proses
Rahma juga menekankan bahwa BI perlu tetap konsisten menjalankan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sangat dinanti oleh pasar.
