unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Fanomenon: Festival K-Pop Terbesar yang Akan Jadikan Korea Tujuan Wisata Tahunan

Fanomenon: Festival K-Pop Terbesar yang Akan Jadikan Korea Tujuan Wisata Tahunan

Fanomenon: Festival K-Pop Terbesar yang Akan Jadikan Korea Tujuan Wisata Tahunan
Ilustrasi: Fanomenon: Festival K-Pop Terbesar yang Akan Jadikan Korea Tujuan Wisata Tahunan
A A Ukuran Teks16px

BTS memenuhi stadion di Los Angeles dan BLACKPINK menjadi headline Coachella, namun Korea belum memiliki festival setara Coachella, Lollapalooza, atau Summer Sonic Jepang.

Tidak ada acara yang membuat penggemar global memesan tiket pesawat ke tempat kelahiran K-pop setiap tahun.

>>> Dude Harlino Beber Efek Terseret Dugaan Penipuan Investasi PT DSI

"Fanomenon," acara K-culture yang diumumkan Senin oleh Presidential Committee on Popular Culture Exchange, menjadi upaya paling ambisius pemerintah dan industri untuk mengisi celah tersebut.

Lebih dari sekadar festival baru, ini menandai pergeseran strategis hallyu dari mengekspor artis ke luar negeri menjadi menarik penggemar datang ke Korea.

Rencana Besar Fanomenon

Festival perdana akan berlangsung 2-12 Desember 2027 di Seoul Arena, Dobong-gu, Seoul Utara, dan KINTEX di Goyang, Gyeonggi-do.

Acara ini akan menampilkan artis dari SM, YG, JYP, dan HYBE, serta upacara penghargaan yang menghormati fandom mereka.

Acara kedua akan menyusul di Los Angeles pada Mei 2028.

Penyelenggara memproyeksikan 520.000 pengunjung, termasuk 200.000 dari luar negeri, dan dampak ekonomi lebih dari 1 triliun won (sekitar Rp11,6 triliun).

Daya Tarik Unik Fanomenon

Artis dari empat agensi K-pop besar belum pernah tampil dalam satu panggung bersama.

Proposisi komersial inti festival ini adalah menyediakan lineup yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan artis dari seluruh agensi.

Pembagian tugas sangat konkret: perusahaan patungan dari empat agensi besar akan menangani perencanaan, produksi, dan sponsor, sementara pemerintah mengawasi imigrasi, keselamatan, dan promosi pariwisata.

Penjadwalan Desember yang tampak tidak biasa justru menjadi serangan terhitung pada musim sepi pariwisata Korea, saat hotel dan maskapai memiliki ruang untuk menyerap 200.000 kedatangan tambahan.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot