Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) menjadi salah satu langkah antisipasi kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino pada 2026.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan OMC dilakukan untuk mengisi air di sejumlah waduk di berbagai wilayah Indonesia.
>>> Changan Nevo Q05 Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Tawarkan Harga Spesial
Upaya tersebut merupakan kerja sama kementerian dan lembaga untuk menjaga ketersediaan air bagi pembangkit listrik tenaga air (PLTA), irigasi, dan kebutuhan air bersih.
“Untuk kekeringan, BMKG melakukan beberapa modifikasi cuaca, bekerja sama dengan BNPB, Kementerian Kehutanan, dan swasta untuk pengisian waduk,” ujar Faisal kepada awak media, Rabu (29/07/2026).
Ia menambahkan Indonesia memiliki 240 waduk, dan tidak semuanya diisi, tetapi diupayakan agar dapat difungsikan untuk PLTA, irigasi, dan air bersih.
>>> VinFast Hadirkan Ekosistem Kendaraan Listrik Lengkap dan Program Drive Worry Free di GIIAS 2026
Fokus Enam Provinsi
Faisal mengatakan terdapat enam provinsi yang menjadi fokus utama OMC, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
BMKG juga akan melakukan OMC di Kepulauan Riau, Aceh, dan beberapa tempat secara situasional tergantung kondisi.
Operasi tersebut dilakukan secara berkala untuk menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar.
>>> Galang Dana Melampaui Target, Moonshot AI Kini Bernilai Rp632 Triliun
Faisal menegaskan OMC akan dilakukan ketika permukaan air tanah sudah mengalami penurunan, tanpa menunggu adanya titik api.

