unique visitors counter
⌂ Beranda News Transmigrasi Era Baru: Bangun Kawasan, Mahasiswa Jadi Motor Pemetaan Potensi Daerah

Transmigrasi Era Baru: Bangun Kawasan, Mahasiswa Jadi Motor Pemetaan Potensi Daerah

Transmigrasi Era Baru: Bangun Kawasan, Mahasiswa Jadi Motor Pemetaan Potensi Daerah
Ilustrasi: Transmigrasi Era Baru: Bangun Kawasan, Mahasiswa Jadi Motor Pemetaan Potensi Daerah
A A Ukuran Teks16px

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan kawasan menjadi paradigma baru dalam program transmigrasi Indonesia.

Dalam transformasi ini, mahasiswa diharapkan menjadi motor pemetaan potensi daerah melalui riset lapangan. Hasil riset akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan kawasan yang lebih tepat sasaran.

>>> BMKG Siapkan OMC untuk Isi Waduk Antisipasi Kekeringan

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat melepas Tim Ekspedisi Patriot 2026 bersama Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

AHY menjelaskan bahwa paradigma transmigrasi tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dari Pulau Jawa ke daerah lain.

Kini orientasinya adalah pembangunan kawasan yang mampu menarik investasi, menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Yang dulu paradigmanya adalah memindahkan penduduk keluar Jawa.

Kini paradigmanya menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut sehingga menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, investasi, dan juga pembangunan atau pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata AHY.

Transformasi ini membutuhkan kebijakan berbasis data lapangan.

Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot menjadi langkah strategis untuk memetakan potensi sekaligus tantangan yang dihadapi kawasan transmigrasi secara langsung.

>>> Prospek Ekspor Tekstil Membaik, LPEI Perkuat Dukungan Industri

Di hadapan hampir 1.500 peserta yang terdiri atas mahasiswa, peneliti, dan sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi, Menko AHY mengapresiasi semangat generasi muda yang siap terjun langsung ke kawasan transmigrasi.

"Mereka akan langsung berada di lapangan untuk memetakan potensi wilayah. Ada daerah yang unggul di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, industri, hingga hilirisasi.

Semua potensi itu harus dianalisis secara komprehensif agar dapat menjadi dasar pengembangan kawasan ke depan," ujarnya.

AHY menambahkan, masih terdapat kawasan transmigrasi yang belum berkembang optimal akibat keterbatasan infrastruktur dasar maupun konektivitas.

Hal ini menyebabkan kawasan tersebut kehilangan daya tarik bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi.

"Sebagian kawasan transmigrasi sudah berhasil, tetapi sebagian lainnya masih menghadapi tantangan, misalnya karena keterbatasan infrastruktur dan konektivitas yang menyebabkan kawasan tersebut ditinggalkan.

>>> Changan Nevo Q05 Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Tawarkan Harga Spesial

Karena itu, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pengembangan potensi ekonomi wilayah agar kawasan benar-benar hidup dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ucapnya.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot