Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi pembangunan PLTA Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Kendala tersebut muncul terutama setelah bencana hidrometeorologi pada November 2025.
>>> KPK Tetapkan 4 Tersangka OTT Bupati Pemalang, Anggota Polri Ikut Terseret
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung meninjau langsung lokasi PLTA pada Kamis (30/7/2026). Ia menyebut ada masalah teknis dan administratif yang harus diselesaikan.
Masalah Teknis dan Administratif
Secara teknis, Yuliot menjelaskan bahwa sejumlah tower transmisi listrik roboh akibat bencana tersebut. Setidaknya ada lima tower yang rusak dan perlu diperbaiki.
>>> Deltalube Salurkan Bantuan Kontainer Sampah untuk Warga Bogor, Dorong Lingkungan Lebih Bersih
Sementara itu, dari sisi administratif, PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) selaku penggarap proyek menghadapi permasalahan perdata dan pidana terkait bencana hidrometeorologi itu.
Yuliot menambahkan, pihaknya telah melakukan pembahasan terkait kendala tersebut. Koordinasi antarkementerian/lembaga dan pekerjaan lapangan menjadi fokus utama.
>>> Korea Utara Kecam Langkah AS Tambah Pasukan di Jepang
“Untuk ini tadi kita sudah lakukan itu pembahasan, ada yang terkait dengan pekerja lapangan, ada pekerjaan koordinasi antarkementerian/lembaga, dan juga ini dari sisi teknis perlu dilakukan di PLTA-nya sendiri ada testing-testing,” kata Yuliot di PLTA Batang Toru, Kamis (30/7/2026).

