unique visitors counter
⌂ Beranda News 60.000 Migran Masuk Ceuta, 34 Tewas dalam Krisis Perbatasan

60.000 Migran Masuk Ceuta, 34 Tewas dalam Krisis Perbatasan

60.000 Migran Masuk Ceuta, 34 Tewas dalam Krisis Perbatasan
Ilustrasi: 60.000 Migran Masuk Ceuta, 34 Tewas dalam Krisis Perbatasan
A A Ukuran Teks16px

CEUTA, Spanyol — Sekitar 60.000 migran telah memasuki Ceuta dari Maroko dalam 24 jam terakhir, menurut presiden kota otonom Spanyol itu.

Jumlah tersebut setara dengan 70 persen populasi reguler kota.

>>> Link Live Streaming Persib Bandung vs Tampines Rovers Piala Presiden 2026, Kick Off 19.30 WIB

Sedikitnya 34 migran tewas dalam proses masuk tersebut. Presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas, menyebut situasi yang terjadi 'sangat tidak berkelanjutan' pada Jumat.

Krisis perbatasan memuncak pada Kamis dan berlanjut hingga Jumat. Pasukan keamanan bentrok dengan migran di sisi perbatasan Maroko.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengutuk pelanggaran perbatasan tersebut saat berbicara di Ceuta pada Jumat. Ia menyebut peristiwa itu sebagai 'pelanggaran integritas teritorial Spanyol'.

Sanchez menyalahkan penyelundup manusia.

Menurutnya, mereka 'menipu banyak anak muda, dan pada akhirnya membawa banyak dari mereka kepada kematian — baik di lautan atau, seperti dalam kasus ini, di perbatasan Spanyol di kota otonom Ceuta'.

Kekacauan di Perbatasan

Rekaman langsung perbatasan menunjukkan ratusan migran berkumpul di bukit yang menghadap Ceuta. Pasukan Maroko membubarkan mereka dengan gas air mata, sementara yang lain terus berenang menuju wilayah Spanyol.

Pada saat yang sama, kelompok besar migran berjalan kembali dari Ceuta menuju Maroko untuk pulang.

Rachid Sbihi, ketua asosiasi pekerja lokal yang mewakili petugas Garda Sipil, menyebut situasi ini sebagai 'krisis kemanusiaan yang serius'.

Ribuan migran, termasuk anak-anak tanpa pendamping, dibiarkan tidur di taman dan trotoar. Yang lain berkeliaran di jalanan tanpa tujuan.

'Orang-orang masih masuk. Bala bantuan, termasuk pasukan militer Spanyol, hanya membantu yang terluka dan upaya kemanusiaan lainnya.

Ini kacau,' kata Sbihi.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot