Aktor senior Diding Boneng meninggal dunia pada Senin (3/8). Sebelum mengembuskan napas terakhir, kondisinya disebut menurun drastis akibat serangan stroke.
Bintang komedi yang dikenal lewat film-film Warkop DKI itu sempat kehilangan kemampuan berkomunikasi. Ia hanya bisa berbaring di kamar pada hari-hari terakhirnya.
>>> 'A Shop for Killers' Season 2 Sukses Hindari Penurunan Kualitas
Kesaksian Adik Diding Boneng
Zainal Arifin, adik Diding Boneng, mengungkapkan bahwa sang kakak tidak bisa lagi berbicara.
"Sudah enggak bisa ngomong, sudah kelu lidahnya karena stroke kan ketarik lidahnya," kata Zainal di kawasan Matraman Dalam, Senin (3/8).
Zainal menceritakan bahwa Diding sebenarnya sosok yang tak bisa diam dan ingin berkunjung ke Taman Ismail Marzuki (TIM).
Namun, kondisi fisiknya yang rentan membuat keluarga melarangnya keluar rumah.
Setelah menjalani perawatan intensif selama 10 hari di RS Tarakan, Diding kembali ke rumah tiga hari lalu. Sejak itu, ia hanya menghabiskan waktu di dalam kamar.
>>> Sinopsis Subservience, Bioskop Trans TV 3 Agustus 2026
Suasana kediaman sempat tenang, tetapi berubah panik pada Minggu (2/8) malam ketika napas Diding mulai tersengal-sengal. Keluarga dan anak-anaknya berkumpul, memanjatkan doa hingga ia mengembuskan napas terakhir.
Jenazah Diding Boneng rencananya dimakamkan di TPU Menteng Pulo pada Senin sore setelah prosesi pelepasan di rumah duka selesai.
Diding Boneng memiliki nama lengkap Zainal Abidin, lahir pada 3 Maret 1950.
Ia memulai karier di teater sejak 1973 dan debut layar lebar dalam film Tiga Dara Mencari Cinta (1980).
Ia dikenal luas saat bermain di serial Rumah Masa Depan (1983-1986) dan semakin populer lewat film-film Warkop DKI.
>>> Spider-Man dan The Odyssey Cetak Sejarah Box Office
Beberapa tahun terakhir, ia membintangi film seperti KKN di Desa Penari (2022), Badarawuhi di Desa Penari (2024), dan The Torture: Beranak dalam Kubur (2024).
