unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Waspadai Stroke di Usia Muda, Kenali Gejalanya Sejak Dini
News

Waspadai Stroke di Usia Muda, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Ilustrasi pencegahan stroke pada usia muda
Waspadai Stroke di Usia Muda, Kenali Gejalanya Sejak Dini
A A Ukuran Teks16px

Stroke sering dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal, kondisi ini juga bisa menyerang usia muda, termasuk mereka yang tampak sehat dan aktif.

Gangguan pada pembuluh darah otak sering berkembang tanpa gejala jelas. Banyak orang baru menyadari setelah stroke terjadi.

Pemeriksaan kesehatan berkala menjadi kunci pencegahan, terutama bagi individu dengan faktor risiko tertentu.

Faktor Risiko Stroke pada Usia Muda

Dokter Spesialis Saraf Mayapada Hospital Tangerang, dr. Tri Wahyudi, Sp.

N, FINS, FINA, menjelaskan bahwa stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan jaringan otak jika tidak segera ditangani.

Stroke pada usia muda dipengaruhi berbagai faktor, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, pola hidup kurang sehat, hingga kelainan pembuluh darah otak yang tidak selalu bergejala.

dr. Tri menegaskan, seseorang tidak bisa hanya mengandalkan perasaan sehat untuk menilai risiko stroke. Evaluasi sejak dini membantu mengidentifikasi potensi gangguan dan menentukan langkah pencegahan yang tepat.

Faktor risiko tidak hanya berasal dari penyakit kronis, tetapi juga kelainan pembuluh darah yang tidak disadari.

Oleh karena itu, orang yang merasa sehat tetap perlu memahami kondisi kesehatannya melalui evaluasi medis.

Pemeriksaan kesehatan juga dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga stroke. Langkah ini membantu dokter mengidentifikasi risiko lebih awal sehingga pencegahan dapat dilakukan sesuai kondisi pasien.

Pemeriksaan MRI untuk Deteksi Dini

Salah satu pemeriksaan penunjang untuk mengevaluasi pembuluh darah otak adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Pemeriksaan ini mencakup Magnetic Resonance Angiography (MRA) untuk menilai pembuluh darah arteri dan Magnetic Resonance Venography (MRV) untuk mengevaluasi pembuluh darah vena.

Melalui MRA, dokter dapat mendeteksi penyempitan, sumbatan, atau kelainan pada arteri yang berisiko stroke. Sementara MRV membantu mengevaluasi gangguan aliran darah vena otak yang berkaitan dengan kondisi neurologis.

Hasil pemeriksaan MRA dan MRV memberikan informasi penting untuk menilai risiko stroke. Dari hasil tersebut, dokter dapat menentukan strategi pencegahan atau terapi yang sesuai.

Pemeriksaan Dini Tingkatkan Peluang Pencegahan

Dokter Spesialis Saraf Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Sheila Agustini, Sp. S, menilai pengendalian faktor risiko tetap penting.

Namun, perlu disertai evaluasi kesehatan menyeluruh agar risiko dikenali lebih dini.

Semakin dini faktor risiko dikenali, semakin besar peluang mencegah stroke. Pemeriksaan dan evaluasi kesehatan perlu dipertimbangkan, terutama bagi individu dengan faktor risiko atau riwayat keluarga stroke.

Deteksi dini memungkinkan gangguan pembuluh darah otak diketahui sebelum berkembang menjadi lebih berat. Dengan demikian, pencegahan atau pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan komplikasi dapat ditekan.

Mayapada Hospital menghadirkan Tahir Neuroscience Center yang menyediakan layanan komprehensif bagi pasien gangguan saraf, otak, dan tulang belakang.

Layanan ini mencakup deteksi dini, diagnosis, neurointervensi, bedah saraf, hingga neurorehabilitasi.

Penanganan dilakukan melalui kolaborasi dokter dari berbagai disiplin ilmu, termasuk spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, dan lainnya. Pendekatan multidisiplin memastikan pasien mendapat diagnosis dan terapi yang tepat.

Mayapada Hospital Jakarta Selatan telah memperoleh akreditasi Joint Commission International (JCI) dan menyandang status Stroke Ready Hospital.

Fasilitas ini didukung layanan Stroke Emergency 24 jam, tim dokter multidisiplin, perangkat diagnostik lengkap, dan alur penanganan cepat.

Pada kasus stroke iskemik, rumah sakit menerapkan standar door-to-needle kurang dari 60 menit. Penanganan dilakukan melalui trombolisis, trombektomi, atau operasi jika diperlukan.

Masyarakat dapat memperoleh informasi layanan Mayapada Hospital melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau aplikasi MyCare.

Aplikasi ini menyediakan fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, langkah harian, kalori, dan BMI.

Dengan meningkatnya kasus stroke pada usia produktif, para dokter mengingatkan bahwa pola hidup sehat saja belum cukup.

Pemeriksaan kesehatan dan evaluasi pembuluh darah otak, terutama bagi individu berisiko, menjadi langkah penting agar potensi gangguan dikenali sejak dini dan peluang pencegahan semakin besar.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru