Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sektor industri manufaktur nasional masih berada di zona ekspansi pada Kuartal II-2026.
Hal itu tecermin dari Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Manufaktur (IKBM) yang meningkat menjadi 52,31, dibandingkan Kuartal I-2026 sebesar 51,37.
>>> FORE Tunda Ekspansi di Singapura, Fokus Perkuat Pasar Domestik
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menyatakan bahwa nilai IKBM di atas 50 menunjukkan fase ekspansi.
Sementara itu, jika berada di bawah 50, maka termasuk zona kontraksi.
Komponen Pendukung Ekspansi
Ekspansi pada Kuartal II-2026 ditopang oleh kenaikan tiga komponen utama.
Komponen Produksi mencapai indeks 54,21, Pesanan sebesar 53,78, dan Stok sebesar 51,86.
>>> Honda Super-ONE Resmi Dijual Rp438 Juta, Hanya 100 Unit Tahun Ini
Ketiga komponen tersebut mengalami kenaikan dibandingkan Kuartal I-2026.
IKBM disusun berdasarkan Survei Industri Besar dan Sedang (IBS) Triwulanan.
Survei mencakup industri pengolahan skala besar dan sedang di kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), maupun di luar kawasan industri.
>>> DPRD Kota Bekasi Buka Ruang Partisipasi Masyarakat untuk Dua Raperda
Indeks tersebut diestimasi pada level nasional menggunakan metode probabilistic sampling.
