Batam, yang selama puluhan tahun nyaris tak diperhitungkan investor global, kini mulai dilirik sebagai pusat manufaktur baru. Kebijakan Presiden AS Donald Trump menjadi salah satu pemicunya.
Perang dagang AS-China yang kembali memanas di periode kedua pemerintahan Trump mendorong banyak perusahaan memindahkan produksi ke Batam.
>>> Rupiah Ditutup Menguat, Minat Tinggi pada SRBI Topang Sentimen
Salah satunya adalah Dongguan Welson Plastic Hardware Products Co, produsen mainan asal China yang memasok Walt Disney Co dan Crayola LLC.
Perusahaan-perusahaan itu tertarik pada tenaga kerja muda di Batam, insentif pajak, serta lokasinya yang dekat dengan Singapura sebagai pusat pelayaran.
Pabrik Pertama di Luar China
Pada Juli, unit lokal Welson, PT Welson Group Indonesia, membuka pabrik pertamanya di luar China.
Pabrik tersebut akan memproduksi lebih dari 30 barang cendera mata untuk toko oleh-oleh di taman hiburan Disney.
>>> Pendapatan XXI Capai Rp2,6 Triliun pada 2026, Didorong Lonjakan Penonton
Produk yang dibuat antara lain wadah popcorn berbentuk kereta labu Cinderella serta figur Olaf dan Sulley dari film Pixar, Monsters, Inc.
General Manager Welson Andy Yao mengatakan, "Kami tidak punya pilihan selain melakukan diversifikasi. Jika kami tetap di China, kami berisiko kehilangan pesanan."
Tarif Liberation Day yang diberlakukan Trump pada April tahun lalu mendorong Welson mencari lokasi baru setelah pelanggan meminta diversifikasi rantai pasok.
>>> Lelang SRBI Diserbu Investor, Penawaran Tembus Rp45 Triliun
Biaya di China yang semakin mahal juga menjadi pertimbangan.

