Otoritas Jerman menemukan sebuah drone yang membawa bahan peledak di Bandara Leipzig/Halle, dan perangkat tersebut berhasil dijinakkan pada Rabu (6/8).
Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, menyebut insiden ini sebagai 'kualitas bahaya baru'.
>>> BGN Ancam Tutup Permanen Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar, Tenggat 10 Agustus
Kedua landasan pacu di bandara kargo utama itu sempat ditutup, dan beberapa penerbangan, termasuk satu pesawat penumpang, dialihkan ke bandara lain setelah sebuah benda terbang terlihat di dekat bandara pada Selasa malam.
Sebuah robot penjinak bom dikerahkan untuk memeriksa objek di dekat landasan pacu selatan.
Polisi dan jaksa setempat kemudian mengumumkan bahwa seorang karyawan bandara menemukan drone di dekat landasan pacu selatan dengan 'perangkat peledak yang tidak diketahui', dan objek tersebut diperiksa oleh polisi.
Detonatornya berhasil dilepas.
Dobrindt, yang memotong masa liburannya untuk datang ke lokasi, mengatakan kepada wartawan bahwa drone yang membawa bahan peledak adalah 'skenario ancaman baru'.
Ia menggambarkan kejadian itu sebagai 'skenario serangan hibrida', namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai penilaian otoritas atau menyebut pihak yang mungkin bertanggung jawab.
Menteri Dalam Negeri regional negara bagian Saxony, Armin Schuster, mengatakan pihak berwenang sedang mencari bagian-bagian dari kemungkinan drone kedua.
Polisi dan jaksa mengatakan sebuah benda terbang kedua tampaknya bertabrakan dengan pesawat kargo setelah pesawat tersebut membatalkan pendaratan di Leipzig/Halle karena landasan pacu ditutup.
>>> Spesifikasi Mobil Listrik Honda Super-ONE Seharga Rp438 Juta
Pesawat itu terbang ke bandara lain di Hannover, sekitar 200 kilometer ke barat laut, di mana pihak berwenang menemukan kerusakan ringan.
Landasan pacu utara di Leipzig/Halle dibuka kembali setelah sekitar dua jam.
