unique visitors counter
⌂ Beranda News Pertambangan Kontraksi Lagi di Q2, Kadin: Efek Pemangkasan RKAB
News

Pertambangan Kontraksi Lagi di Q2, Kadin: Efek Pemangkasan RKAB

Aktivitas pertambangan nikel di Indonesia
Pertambangan Kontraksi Lagi di Q2, Kadin: Efek Pemangkasan RKAB
A A Ukuran Teks16px

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kontraksi sektor usaha pertambangan pada kuartal II-2026 dipengaruhi pemangkasan kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Wakil Ketua Umum Bidang Keanggotaan Kadin, Widiyanto Saputro, mencontohkan kajian organisasinya terkait pemangkasan kuota produksi bijih nikel di RKAB 2026 menjadi sekitar 260–270 juta ton.

Hal itu berpotensi menghilangkan ekspor sekitar 3,5–5 juta ton produk olahan nikel.

Optimisme di Sisa Tahun

Meski begitu, Widiyanto mengaku masih optimistis sektor pertambangan dapat tumbuh positif pada sisa tahun berjalan.

Terlebih, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah membuka kesempatan revisi kuota produksi RKAB pada 1–31 Juli 2026.

“Salah satu poin yang menjadi tiga besar isu yang disuarakan oleh dunia usaha itu memang terkait dengan hal ini [pemangkasan RKAB],” kata Widiyanto dalam Grand Seminar Mining Hipmi, Kamis (6/8/2026).

📰 Update Terbaru