PT Weda Bay Nickel (WBN) dikabarkan memperoleh tambahan kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sebesar 25 juta ton.
Dengan tambahan tersebut, total kuota produksi WBN berpotensi naik menjadi 37 juta ton dari sebelumnya 12 juta ton.
>>> Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Hakim Sebut Cacat Formil
Kabar ini disampaikan oleh Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Djoko Widajatno.
Djoko mengaku mendapat informasi mengenai tambahan kuota tersebut, namun APNI belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah maupun perusahaan.
"Ada sinyalemen PT WBN dapat [tambahan kuota produksi] 25 juta ton, yang mungkin juga diikuti yang lain.
>>> KPK Sita Uang SG$8.500 dari Kantor Kepala Imigrasi Jaksel
Namun, APNI belum menerima pemberitahuan resmi baik dari pemerintah [maupun dari perusahaan]," ujar Djoko saat dihubungi pada Kamis (6/8/2026).
