Meta resmi meluncurkan Muse Code, agen kecerdasan buatan (AI) pertamanya yang dirancang khusus untuk pengembangan perangkat lunak langsung di terminal.
Alat ini tersedia untuk pengguna macOS dan Linux, berjalan sepenuhnya melalui command-line interface (CLI) tanpa antarmuka grafis.
Ditenagai oleh model terbaru Muse Spark 1.2, Muse Code menjanjikan kemampuan menyelesaikan tugas rekayasa perangkat lunak skala besar: merencanakan arsitektur, menulis kode, hingga memvalidasi hasil semuanya lewat perintah terminal sederhana seperti /plan, /grill, atau /goal.
Namun, yang paling mencolok bukan teknologinya tapi model harga revolusioner sekaligus kontroversial yang diperkenalkan Meta.
Dua Opsi Harga: Privasi Penuh atau Diskon 20x
Muse Code hadir dalam dua tier harga.
Pertama, Standard Tier dengan privasi terjamin. Harganya $1,25 per juta token input dan $4,25 per juta token output.
Rate limitnya 3.000 request/menit dan 4 juta token/menit. Data tidak digunakan untuk pelatihan AI.
Tier ini cocok untuk developer profesional, startup, atau perusahaan yang menjaga kerahasiaan kode.
Kedua, Contributor Tier dengan diskon lebih dari 90%. Harganya hanya $0,10/$0,20 per juta token.
Rate limitnya 60 request/menit dan 2,1 juta token/menit.
Syarat utamanya, Meta berhak menggunakan prompt, respons, pola coding, keputusan arsitektur, dan sesi debugging Anda untuk melatih model AI masa depan.
Artinya, saat memilih tier Contributor, Anda bukan lagi pelanggan tapi sumber data.
Fitur Teknis yang Mengesankan
Muse Code bukan sekadar chatbot coding. Ia adalah agen otonom dengan kemampuan canggih.
Fitur-fiturnya meliputi subagen persisten yang bekerja di latar belakang, local event log (append-only) untuk pemulihan setelah crash, eksekusi tugas terstruktur via perintah khusus, dan instalasi satu baris: curl -sL https://muse.
ai/install | sh.
Alat ini mirip dengan OpenAI Codex dan Claude Code, tapi dirancang khusus untuk developer yang nyaman di lingkungan terminal tanpa perlu beralih ke IDE atau browser.
Pernyataan Mark Zuckerberg vs Realitas Etika Data
Mark Zuckerberg mengklaim bahwa Muse Code bisa menangani proyek perangkat lunak kompleks secara mandiri. Namun, janji teknis itu dibayangi pertanyaan etis.
Jika AI murah, apakah kita harus membayarnya dengan privasi?
Meta menegaskan bahwa semua data dari tier Contributor akan dianonimkan, diagregasi, dan dihapus identitasnya.
Tapi bagi banyak developer, kode bukan hanya teks ia adalah kekayaan intelektual, strategi bisnis, bahkan identitas profesional.
Mengizinkan perusahaan raksasa seperti Meta mengakses ribuan sesi debugging dan arsitektur internal bisa berisiko meski secara teknis “tidak teridentifikasi”.