Sebanyak 995 senjata ditemukan di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ruangan tersebut diketahui merupakan bekas ruang kerja mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD.
>>> Sharp Rilis AQUOS Wish6, HP 5G Murah dengan Layar 120Hz
Penemuan awal terjadi saat pihak yayasan membuka salah satu ruangan yang selama bertahun-tahun tidak dapat diakses untuk keperluan operasional sekolah.
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengatakan pembukaan ruangan semula hanya bertujuan menyediakan ruang bagi aktivitas guru dan siswa.
Namun, setelah dibuka dengan pendampingan aparat kepolisian, mereka justru menemukan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan senjata api.
Pihak sekolah juga menemukan alat pembuat peluru, narkotika, hingga puluhan kaset video porno dari sejumlah ruangan yang sebelumnya terkunci.
"Kami awalnya ingin membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan anak sekolah. Namun, tiba-tiba ketika kami membuka kepentingan untuk sekolah ini, kami temukan peralatan yang disebut senjata.
Airsoft gun yang bisa membunuh karena larasnya itu polos tidak ada alur. Kemudian ada shotgun.
Jumlah senjata genggam itu 995, lalu shotgun-nya satu kaliber 12/70," kata Untung kepada awak media di Mapolres Metro Jaksel, Kamis, 6 Agustus 2026.
Penemuan tersebut kemudian berlanjut ketika pihak yayasan kembali membuka dua ruangan lain didampingi personel Polres Metro Jaksel, Rabu, 5 Agustus 2026.
>>> OpenAI Minta Hakim Tolak Gugatan Apple atas Tuduhan Pencurian Rahasia Dagang
Di lokasi itu ditemukan sejumlah senjata api lain, magazen berbagai jenis, amunisi, hingga alat pembuat peluru.
"Di ruangan lain, ditemukan laras senjata kaliber 5,56, kemudian senjata genggam kaliber 40 dan 9 milimeter.
Ada magazine jenis Glock, Walther, magazine M4 lengkap, dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang," ujarnya.
