unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pengadilan New Mexico Perintahkan Meta Bayar Rp9 Triliun untuk Atasi Dampak pada Anak
News

Pengadilan New Mexico Perintahkan Meta Bayar Rp9 Triliun untuk Atasi Dampak pada Anak

Logo Meta di pengadilan terkait keputusan kesehatan mental anak
Pengadilan AS Izinkan Ribuan Gugatan soal Kecanduan Media Sosial Melanjutkan Proses Hukum
A A Ukuran Teks16px

Pengadilan New Mexico memerintahkan Meta, perusahaan induk Instagram dan Facebook, untuk membayar $567 juta sebagai langkah mengatasi dampak buruk platformnya terhadap generasi muda.

Keputusan ini merupakan bagian kedua dari persidangan penting yang melibatkan perusahaan teknologi tersebut.

Hakim Bryan Biedscheid dalam putusannya pada Kamis malam menetapkan bahwa sebagian besar dana, yaitu $420 juta, akan digunakan untuk layanan perawatan bagi kaum muda.

Sisanya dialokasikan untuk program kesadaran, pencegahan, layanan skrining, dan biaya lainnya selama lima tahun ke depan.

Denda Tambahan di Luar Putusan Sebelumnya

Hukuman baru ini menambah $375 juta denda perdata yang dijatuhkan juri pada Maret lalu.

Saat itu, Meta dinyatakan dengan sengaja membahayakan kesehatan mental anak-anak dan menyembunyikan pengetahuan tentang eksploitasi seksual anak di platformnya.

Pada fase kedua, jaksa meminta hakim untuk memberlakukan perubahan mendasar di Meta.

Langkah tersebut bertujuan membatasi fitur adiktif, meningkatkan verifikasi usia, dan mencegah eksploitasi seksual anak melalui pengaturan privasi default dan pengawasan yang lebih ketat.

Total kewajiban Meta mencapai $942 juta, angka yang relatif kecil dibandingkan laba tahunan perusahaan yang sekitar $60 miliar pada 2025.

Saham Meta hanya turun kurang dari setengah persen dalam perdagangan setelah jam bursa Kamis, menjadi $589,44.

Perubahan Tampilan Platform Meta

Hakim memerintahkan Facebook dan Instagram untuk membuat layar banner dan informasi yang menjelaskan fitur perlindungan, praktik terbaik, dan alat untuk menangani komentar yang tidak pantas.

Tampilan tersebut harus ditampilkan secara rutin dan menjadi bagian dari kampanye edukasi di New Mexico yang akan diawasi negara bagian.

Pengadilan menyatakan undang-undang privasi anak federal mencegah Meta menerapkan alat verifikasi usia untuk anak di bawah 13 tahun.

Undang-Undang Perlindungan Privasi Anak Online (COPPA) melarang Meta meminta data pribadi anak atau melacak mereka secara pasif, bahkan untuk tujuan verifikasi usia.

Pengadilan juga mencatat bahwa memerintahkan verifikasi usia hanya untuk Meta dan tidak untuk perusahaan media sosial lain akan dianggap tidak adil dan merugikan perusahaan.

Sebagai gantinya, Meta diperintahkan untuk terus meningkatkan alat jaminan usia di New Mexico, termasuk menggunakan kecerdasan buatan untuk menentukan usia berdasarkan sinyal seperti teman dan konten yang diunggah.

Meta juga harus mengembangkan model prediksi usia khusus untuk anak di bawah 13 tahun dalam dua tahun ke depan.

Selain itu, Meta diminta meminta bukti usia bagi pengguna Instagram dan Facebook di New Mexico yang diperkirakan berusia di bawah 13 tahun.

Jika Meta menentukan pengguna berusia di bawah 13 tahun, atau di bawah 18 tahun tanpa bisa memperkirakan usia spesifik, perusahaan harus memperlakukan pengguna tersebut sebagai anak di bawah umur sampai verifikasi usia dilakukan.

Meta juga harus bekerja sama dengan sekolah atau organisasi perlindungan anak untuk membuat portal pelaporan bagi staf sekolah.

Perusahaan juga diwajibkan menghapus informasi pribadi yang telah dikumpulkan dari pengguna di bawah 13 tahun. Meta harus melaporkan kemajuan kepatuhannya dua kali setahun.

Meta Hadapi Gelombang Tuntutan Hukum

Meta juga bersiap menghadapi persidangan bulan ini di pengadilan federal Oakland, California.

Dalam kasus tersebut, Meta akan berhadapan dengan empat dari 29 negara bagian yang menggugatnya dalam gugatan multi-distrik federal yang diajukan pada 2023.

Gugatan itu menuduh Meta dengan sengaja merancang fitur Instagram dan Facebook yang membuat anak-anak kecanduan, sehingga berkontribusi pada krisis kesehatan mental remaja.

Delapan negara bagian, termasuk Tennessee yang sedang berlangsung persidangannya, mengajukan gugatan di pengadilan negara bagian masing-masing.

Pada akhir bulan lalu, Meta bersama TikTok, Snap, dan YouTube digugat oleh keluarga empat remaja yang meninggal karena bunuh diri.

Mereka menggambarkan platform tersebut menyebabkan 'bahaya yang meningkat selama bertahun-tahun' yang akhirnya berujung pada kematian.

Laura Edelson, asisten profesor di Northeastern University yang fokus pada media sosial dan keamanan siber, mengatakan putusan New Mexico adalah 'domino pertama' yang akan jatuh untuk Meta.

Menurutnya, Amerika tidak akan mengesahkan undang-undang yang melarang media sosial, tetapi negara bagian akhirnya menemukan cara untuk mengekang perusahaan yang menyebabkan bahaya melalui desain produk.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru