Sutradara Stephen Chow membeberkan perbedaan mendasar antara film terbarunya, Kung Fu Soccer, dengan film klasiknya, Shaolin Soccer (2001).
Menurut Chow, kedua karya bertema kung fu sepak bola ini mencerminkan refleksi perjalanan hidup serta metamorfosis mentalitas kepenulisannya dalam 25 tahun terakhir.
>>> Kung Fu Soccer Puncaki Box Office China dengan Pendapatan Rp5,83 Triliun
Perbedaan Narasi dan Fokus Cerita
Chow menggarisbawahi bahwa Shaolin Soccer lahir di tengah guncangan ekonomi Hong Kong kala itu.
Cerita Shaolin Soccer berfokus pada sekumpulan pria dari lapisan paling bawah yang bertaruh nasib dan melawan ketidakadilan kapital untuk membuktikan harga diri.
Sebaliknya, Kung Fu Soccer hadir dengan pendekatan yang lebih rileks dan menaruh fokus pada dinamika solidaritas perempuan.
"Konflik yang diangkat tidak lagi seputar bertahan hidup di tengah kemiskinan, melainkan perlawanan terhadap stereotip gender, diskriminasi usia, serta tekanan mental di lingkungan kerja," kata Stephen Chow.
Cerita Kung Fu Soccer disebut tak lagi terobsesi pada rekor menang atau kalah, melainkan proses berdamai dan menerima kondisi diri sendiri.
Peran Stephen Chow di Balik Layar
Perbedaan mencolok juga terlihat dari posisi Chow di proyek ini.
Dalam Shaolin Soccer, ia tampil langsung sebagai pemeran utama bersama almarhum Ng Man-tat lewat formula komedi Mo Lei Tau yang ikonis.
>>> Update Wear OS 7 untuk Galaxy Watch: Ini 9 Perangkat yang Didukung
Namun, di film terbarunya, Chow sepenuhnya memegang kendali dari balik layar.
Porsi utama diserahkan kepada deretan pemeran seperti Zhang Xiaofei, Dilraba Dilmurat, hingga Lay Zhang tanpa memunculkan sosok antagonis murni.
Mendengar pemaparan tersebut, Dong Yuhui selaku pembawa acara menilai bahwa simpati penonton terhadap perjuangan para karakter di lapangan tetap tidak berubah.
Pergeseran gaya tersebut sekaligus menandai fase hidup Chow yang kian matang, dari sineas muda yang sarat amarah dan semangat membara demi impian, menjadi sosok senior yang mencipta karya atas dasar kecintaan pada hidup.
"Teknologi dan susunan pemainnya memang berbeda, tetapi sebagai penonton, saya melihat pesan emosional yang tidak pernah berubah," tutur Dong Yuhui.
"Melihat perjuangan tim Emei dari kegagalan hingga bangkit kembali terasa seperti menyaksikan cerminan dari perjalanan hidup kita sendiri."
>>> Sinopsis Chaos Walking, Bioskop Trans TV 8 Agustus 2026
Kung Fu Soccer tayang 12 Agustus di bioskop Indonesia.
