unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Korea Tetapkan Gua Pembantaian Jeju sebagai Warisan Budaya Nasional

Korea Tetapkan Gua Pembantaian Jeju sebagai Warisan Budaya Nasional

Korea Tetapkan Gua Pembantaian Jeju sebagai Warisan Budaya Nasional
Korea Tetapkan Gua Pembantaian Jeju sebagai Warisan Budaya Nasional
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Korea Selatan secara resmi menetapkan Gua Darangshi di Pulau Jeju sebagai Warisan Budaya Terdaftar Nasional.

Penetapan ini mengakui situs pembantaian warga sipil pada 1948 sebagai bagian penting dari sejarah bangsa.

>>> Socks dengan Flip-Flops: Tren Fashion Baru Anak Muda Korea

Administrasi Warisan Budaya Korea mengumumkan keputusan ini pada Rabu (12/8/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghadapi tragedi sejarah yang menyakitkan dan melestarikan ruang fisik yang selama ini terpinggirkan dari memori resmi.

Gua Darangshi adalah tabung lava sempit dan lembap di dalam medan vulkanik Pulau Jeju.

Selama lebih dari empat dekade, gua ini menjadi makam sunyi bagi sebelas warga desa, termasuk perempuan dan anak-anak, yang tewas akibat asap ketika pasukan pemerintah memblokade pintu masuk dan menyalakan api di luar pada 1948.

Tragedi Jeju 4·3

Peristiwa Jeju 4·3 berlangsung dari 1947 hingga 1954.

Awalnya merupakan protes lokal terhadap pembagian negara, kemudian meningkat menjadi kampanye bumi hangus anti-komunis oleh militer dan polisi negara.

Pada akhir 1948, komandan mengeluarkan perintah bahwa siapa pun yang ditemukan lebih dari lima kilometer dari garis pantai akan ditembak di tempat.

>>> Keripik Nasi Rasa Kimchi dan Mentega Kecap Jadi Oleh-Oleh Baru Seoul

Warga desa dari Jongdal-ri dan Hado-ri melarikan diri ke pedalaman dan berlindung di Gua Darangshi.

Penemuan gua pada 1992 mengejutkan seluruh negeri.

Keberadaan periuk, kuali besi, dan barang pribadi di samping kerangka korban menghapus penyangkalan negara selama puluhan tahun dan menjadi katalis bagi gerakan kebenaran dan rekonsiliasi.

Administrasi Warisan Budaya menyatakan bahwa Gua Darangshi adalah bukti nyata penderitaan warga sipil selama Peristiwa Jeju 4·3.

Pelestarian tempat persembunyian ini menawarkan nilai sejarah dan akademis yang tak ternilai.

Selain Gua Darangshi, pemerintah juga akan mendaftarkan Manseojeong, kediaman bersejarah Jang Seok-yeong, aktivis kemerdekaan Korea yang menyusun Petisi Paris 1919.

Kedua situs ini mencerminkan dua pilar memori modern Korea: pengorbanan sipil dan perlawanan sengit.

>>> 19 Tahun Incheon Mengubah Stepa Mongolia dari Gurun menjadi Hutan

Pemerintah akan mengadakan periode tinjauan publik selama 30 hari untuk kedua lokasi sebelum diajukan ke Komite Warisan Budaya Nasional untuk tinjauan akhir.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot