Selama bertahun-tahun, orang tua khawatir soal durasi layar anak. Namun, di era AI, kekhawatiran itu bergeser.
Data Reasense menunjukkan anak Indonesia rata-rata menghabiskan 7,5 jam sehari di depan layar. Padahal, 80 persen orang tua mencoba membatasi waktu.
>>> Update Harga HP Motorola Agustus 2026: Moto G, Edge, hingga Razr Lipat
Masalahnya bukan lagi berapa lama anak menatap layar, melainkan apa yang mereka lakukan di sana bersama kecerdasan buatan (AI).
AI: Alat Bantu Berpikir, Bukan Pengganti Otak
AI generatif telah mengubah cara anak memproses informasi. Di satu sisi, AI mempercepat akses pengetahuan, namun di sisi lain, ia mengancam kemampuan berpikir kritis.
Founder sekaligus Chief Editor Technologue. id, Denny Mahardy, menilai kehadiran AI tidak seharusnya hanya dilihat sebagai ancaman.
"Masyarakat perlu belajar memanfaatkan teknologi agar mampu mengikuti perubahan zaman," ujarnya.
Direktur Pendidikan Yayasan Bangun Mandiri, Rita Amaliani, menekankan inovasi pendidikan di era AI harus tetap berpijak pada pengalaman nyata.
Menurutnya, AI bisa menjelaskan teori, tapi tidak bisa menggantikan indra manusia.
"Guru dan orang tua harus membantu anak memahami bahwa AI adalah alat bantu belajar, bukan pengganti proses berpikir.
>>> Hasil Bongkar Galaxy Z Fold8: Skor Repairability 4/10, Layar Lipat Masih Sulit Diganti
Pengalaman langsung melalui observasi dan diskusi tetap tidak tergantikan," tegas Rita dalam talkshow Parenting in AI Era pada Technologue Awards 2026 di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Geser Paradigma: Tujuan, Proses, Keputusan
Inovasi dalam pola asuh digital kini bergeser dari "melarang" menjadi "mengarahkan".
Head of Communications Reasense, Didit Putra Erlangga, menyoroti bahwa AI akan terus berevolusi dari sekadar pemberi jawaban menjadi sistem yang bisa bekerja mandiri.
Strategi terbaik bagi orang tua adalah mengajarkan tiga pilar utama, yakni tujuan, proses, dan keputusan.
Anak harus tahu tujuan mereka memakai AI, mengerti proses bagaimana AI mendapatkan jawaban, dan tetap berani mengambil keputusan sendiri jika jawaban AI keliru atau bias.
"Pertanyaannya bukan lagi 'apakah kita bisa menghentikannya', tapi apakah kita sebagai orang tua siap menghadapinya?
>>> Citizen Promaster Dive Hadir dengan Dial Putih dan Ketahanan 200 Meter
Ubah pertanyaan 'berapa lama anak pakai AI' menjadi 'untuk apa anak menggunakannya'," ujar Didit.
