Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, banyak orang mencari tontonan yang mengangkat semangat perjuangan. Namun, tak semua film perjuangan berlatar peperangan.
Beberapa film justru menyoroti perjuangan dalam mempertahankan cinta tanah air, memperjuangkan pendidikan, kesetaraan, atau menghadapi ketidakadilan. Berikut enam rekomendasi film yang bisa menjadi pilihan.
Perjuangan di Perbatasan dan Pendidikan
Tanah Surga... Katanya (2012) garapan Herwin Novianto mengisahkan Hasyim, mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia-Malaysia, yang bertahan hidup di perbatasan Kalimantan.
Meski anaknya memilih pindah ke Malaysia, Hasyim tetap teguh pada kecintaannya pada Indonesia.
Film ini juga menampilkan perjuangan seorang guru dan dokter dalam melayani masyarakat perbatasan yang serba terbatas. Tanah Surga...
Katanya dapat ditonton di Vidio.
Sokola Rimba (2013) karya Riri Riza mengangkat perjuangan Butet Manurung dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat adat Orang Rimba di Jambi.
Kisah ini terinspirasi dari pengalaman nyata Butet yang mengajarkan baca-tulis-hitung di tengah penolakan masyarakat.
Film yang dibintangi Prisia Nasution ini juga menyoroti perjuangan Bungo, seorang anak yang ingin membaca surat perjanjian tanah adat.
Sokola Rimba tersedia di Netflix dan Prime Video.
Kesetaraan dan Melawan Ketidakadilan
Kartini (2017) besutan Hanung Bramantyo menceritakan perjuangan R. A.
Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan pendidikan bagi perempuan. Berlatar awal 1900-an, film ini menggambarkan keterbatasan akses pendidikan yang dialami perempuan pribumi.
Dengan Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran utama, film ini juga menampilkan upaya Kartini mendirikan sekolah bagi masyarakat miskin di Jepara.
Kartini dapat ditonton di Vidio.
Bumi Manusia (2019) juga garapan Hanung Bramantyo mengangkat perlawanan terhadap diskriminasi dan ketidakadilan kolonial.
Minke, seorang pemuda pribumi, berjuang melalui pendidikan dan tulisan saat hukum kolonial memisahkan Annelies dari keluarganya.
Film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan ini menampilkan perjuangan melawan ketidakadilan sistemik. Bumi Manusia bisa ditonton di Netflix.
Budi Pekerti (2023) karya Wregas Bhanuteja mengangkat perjuangan mempertahankan martabat di era digital. Prani, seorang guru BK, harus menghadapi hujatan setelah videonya viral dan terancam kehilangan pekerjaan.
Film ini juga menyoroti perjuangan keluarganya dalam melindungi sang ayah yang depresi. Budi Pekerti tayang di Netflix.
Eksil (2024) adalah film dokumenter garapan Lola Amaria yang mengisahkan para mahasiswa Indonesia yang tidak bisa pulang setelah peristiwa 1965.
Mereka tersebar di berbagai negara dan kehilangan kewarganegaraan, namun tetap berjuang mempertahankan identitas.
Film ini menggambarkan kerinduan mereka untuk kembali ke tanah air. Eksil sebelumnya diputar terbatas di bioskop.