OpenAI resmi meluncurkan versi ChatGPT yang dirancang khusus untuk remaja, menyasar generasi pertama yang tumbuh bersama kecerdasan buatan.
ChatGPT for Teens, yang mulai tersedia Selasa (18/8/2026), ditujukan untuk anak usia 13 hingga 17 tahun dengan perlindungan lebih kuat.
>>> Kartini Manoppo: Kisah Hidup dan Kabar Kesehatan Sebelum Wafat 1990
Perlindungan itu mencakup pembatasan konten terkait bunuh diri, melukai diri sendiri, serta percakapan romantis atau seksual.
Fitur ini juga menyediakan dukungan belajar yang membantu siswa memahami materi, bukan sekadar memberikan jawaban langsung.
Mengapa Remaja Butuh Perlindungan Khusus?
Para orang tua, pendidik, dan ahli perkembangan anak telah lama mengkhawatirkan penggunaan chatbot AI oleh anak-anak.
Kekhawatiran itu muncul karena chatbot dapat memfasilitasi kecurangan dalam tugas sekolah, bahkan memicu tindakan bunuh diri.
Otak remaja yang belum sepenuhnya berkembang membuat mereka lebih rentan terhadap hubungan tidak sehat dengan AI.
Penelitian tahun lalu menemukan bahwa ChatGPT dapat memberi tahu anak 13 tahun cara mabuk, menyembunyikan gangguan makan, atau menulis surat bunuh diri.
Dalam interaksi dengan peneliti yang menyamar sebagai remaja rentan, ChatGPT biasanya memperingatkan risiko, tetapi tetap memberikan rencana terperinci untuk penggunaan narkoba atau diet ketat.
>>> Imbauan Dishub: Hindari 4 Ruas Jalan Sekitar Bundaran HI Akibat Aksi Mahasiswa
Fitur Keamanan dan Pengawasan Orang Tua
ChatGPT for Teens mencegah chatbot menyiratkan perasaan pribadi terhadap pengguna atau mengaku memiliki kesadaran dan emosi.
OpenAI juga memblokir percakapan romantis atau seksual dalam versi ini.
Perusahaan tidak memverifikasi usia pengguna, tetapi menggunakan perkiraan usia berdasarkan faktor seperti jenis pertanyaan.
Jika seseorang teridentifikasi atau mengaku sebagai anak di bawah umur, mereka otomatis masuk ke versi remaja.
Orang tua yang menautkan akun remaja dapat mengatur 'jam tenang' dan menerima notifikasi keamanan dalam situasi berisiko tinggi.
Notifikasi tambahan terkait gangguan makan juga ditambahkan, dengan fokus pada dukungan di dunia nyata.
>>> Hajat Lembur di Lembang: Wujud Syukur HUT RI dan Pelestarian Budaya
Untuk bantuan pekerjaan rumah, chatbot dirancang untuk membimbing siswa menemukan jawaban sendiri, bukan memberi jawaban instan.
