unique visitors counter
⌂ Beranda News Asap Karhutla Kalimantan: Mungkinkah Sampai ke Jakarta? Ini Faktanya
News

Asap Karhutla Kalimantan: Mungkinkah Sampai ke Jakarta? Ini Faktanya

Asap Karhutla Kalimantan: Mungkinkah Sampai ke Jakarta? Ini Faktanya
Trump Salahkan Kanada soal Asap Kebakaran Hutan, Akan Tambah Biaya ke Tarif
A A Ukuran Teks16px

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tidak hanya berdampak pada wilayah setempat, tetapi juga mulai menyebar ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Lantas, apakah kabut asap tersebut bisa menyebar hingga Jakarta? Berikut penjelasannya.

>>> Harga Tiket Konser Maroon 5 di Jakarta 2027: Cek Daftar Lengkap, Jadwal Presale, dan Tips Anti Gagal War Tiket!

Kemungkinan Asap Sampai ke Jakarta

Secara umum, kabut asap karhutla Kalimantan tidak bisa menyebar atau meluas hingga Jakarta.

Sangat kecil kemungkinan kabut tersebut mencapai DKI Jakarta secara langsung dalam kondisi normal.

Salah satu alasannya adalah jarak geografis yang sangat jauh antara Kalimantan dan Jakarta.

Jarak antara Kalimantan dan Jakarta berkisar antara 930 hingga 1.300 km, yang dipisahkan oleh Laut Jawa.

>>> Teks Khutbah Jumat Terbaru Bertema Maulid Nabi: Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW di Era Modern

Selain itu, peluang kabut asap sampai ke Jakarta sangat kecil karena pola pergerakan angin saat musim kemarau yang umumnya bergerak ke arah barat laut, seperti Malaysia.

Itulah mengapa Malaysia menjadi salah satu negara tetangga yang turut terkena dampak kabut asap akibat karhutla di Kalimantan.

Alasan lainnya adalah partikel asap cenderung menipis dan terurai di udara saat menempuh perjalanan jauh hingga ribuan kilometer.

Dampak ke Malaysia dan Singapura

Karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan hingga saat ini turut berdampak ke dua negara tetangga Indonesia, yakni Malaysia dan Singapura.

>>> Gak Harus Burik! Ini 7 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan Kamera Bagus, Murah Tapi Tidak Murahan (Edisi Agustus 2026)

Kabut asap dampak karhutla tersebut dilaporkan telah menyebar ke wilayah Sarawak, Malaysia, yang membuat kualitas udara di wilayah tersebut memburuk.

📰 Update Terbaru
stikibot