unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Siap Terapkan Sanksi Terberat dalam Sejarah untuk Iran
News

AS Siap Terapkan Sanksi Terberat dalam Sejarah untuk Iran

AS Siap Terapkan Sanksi Terberat dalam Sejarah untuk Iran
AS Siap Terapkan Sanksi Terberat dalam Sejarah untuk Iran
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan negaranya akan memberlakukan sanksi terberat dalam sejarah terhadap Iran. Langkah ini disebutnya dapat mengurangi kebutuhan akan operasi militer besar.

Pernyataan Bessent pada Kamis (20/8) ini menyusul ancaman Presiden Donald Trump sehari sebelumnya tentang 'Perang Ekonomi' dan peringatan konsekuensi ekonomi bagi negara mana pun yang memberikan bantuan kepada Iran.

>>> Warga Muara Angke Desak Pemprov DKI Tak Diam Hadapi Banjir Rob

Bessent berjanji akan merinci paket sanksi tersebut pada pekan depan.

Harga minyak naik ke level tertinggi dalam tiga minggu setelah ancaman AS yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir enam bulan.

Menanggapi kenaikan harga minyak, Bessent mengatakan kepada CNBC bahwa tekanan ekonomi maksimum justru mengurangi kemungkinan dimulainya kembali operasi militer skala besar.

Rincian Sanksi Akan Diumumkan

Iran telah menghadapi sanksi ekonomi yang hampir terus menerus selama hampir 50 tahun sejak Revolusi Islam 1979. Kementerian Luar Negeri Iran mengecam sanksi AS sebagai 'terorisme ekonomi'.

Bessent akan memberikan rincian lebih lanjut tentang paket sanksi terbaru dalam konferensi pers pada Senin. Ia menyebutnya sebagai 'pukulan satu-dua' dengan blokade laut yang diberlakukan AS sejak April.

China membeli lebih dari 80 persen minyak yang dikirim Iran, menurut data Kpler. Namun, perang ekonomi lebih lanjut dengan China berisiko memicu pembalasan terhadap Washington.

Ketika ditanya apakah AS akan menargetkan China karena bisnisnya dengan Iran, Bessent menyarankan banyak pembicaraan sebaiknya dilakukan secara pribadi.

Ia menambahkan bahwa China mendapatkan 50 persen energi dari Teluk.

>>> Kuasa Hukum El Rumi: Narasi Isu EJR Kabur dan Tak Berkonteks

Kedutaan Besar China di Washington menyatakan sanksi dan tekanan tidak membantu menyelesaikan masalah.

📰 Update Terbaru
stikibot