Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di pesisir Jakarta pada 21–26 Agustus 2026.
Masyarakat di wilayah pesisir diimbau meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi dampak genangan air laut.
>>> BNI Buka Presale Tiket Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Diskon 20 Persen
Penyebab dan Wilayah Terdampak
Plt.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, menjelaskan fenomena ini dipicu oleh fase Bulan Purnama yang puncaknya diperkirakan terjadi pada 28 Agustus 2026.
Kondisi tersebut memicu kenaikan tinggi muka air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk Jakarta.
Di Jakarta, potensi banjir pesisir diprakirakan terjadi di kawasan Pesisir Muara Angke dan Pesisir Penjaringan pada periode 21–26 Agustus 2026.
Aktivitas yang Berisiko Terdampak
Pasang air laut ini berpotensi mengganggu berbagai aspek kehidupan dan roda ekonomi warga pesisir.
>>> 21 Agustus 2026: Harga Emas Perhiasan 24 Karat di Raja Emas dan Lakuemas Naik
Aktivitas pelabuhan seperti bongkar muat barang terancam terhambat.
Permukiman warga berpotensi mengalami genangan air yang mengganggu mobilitas harian di sekitar pesisir.
Sektor perikanan juga berisiko terganggu, termasuk operasional tambak garam dan perikanan darat.
BMKG meminta warga tetap tenang namun tidak meremehkan situasi.
Langkah antisipasi dini diperlukan agar kerugian material dan gangguan aktivitas dapat diminimalkan.
>>> Pangeran Harry dan Elton John Diwajibkan Bayar Jutaan Dolar atas Gugatan Gagal
"Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG," tegas Agie.