unique visitors counter
⌂ Beranda News Massa Pati Bubar Usai DPR Berkomitmen Tuntaskan RUU Perampasan Aset, Demo Mahasiswa Lanjut
News

Massa Pati Bubar Usai DPR Berkomitmen Tuntaskan RUU Perampasan Aset, Demo Mahasiswa Lanjut

Massa Pati Bubar Usai DPR Berkomitmen Tuntaskan RUU Perampasan Aset, Demo Mahasiswa Lanjut
A A Ukuran Teks16px

Jakarta – Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri dari depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Pembubaran dilakukan setelah mereka menerima komitmen anggota dewan untuk menuntaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

>>> Heboh! Rp 2,8 Miliar Disumpal di Plafon Rumah, Pejabat Bea Cukai Gatot Heroe Ditangkap KPK

Meski massa AMPB pulang, aksi unjuk rasa dari mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya masih berlanjut di sekitar Gedung DPR hingga sore hari.

Massa dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memutuskan mengakhiri aksi setelah Koordinator AMPB Supriyono alias Botok menyampaikan hasil audiensi dengan pimpinan DPR.

Komitmen tersebut dituangkan dalam surat yang dibacakan Botok di hadapan massa AMPB yang berkumpul di sekitar gerbang DPR RI sekitar pukul 11.55 WIB.

"Kali ini saya akan menyampaikan hasil audiensi kami di dalam DPR RI di Jakarta," kata Botok sebelum membacakan surat komitmen tersebut.

Dalam surat itu, pimpinan DPR menyatakan kesanggupan untuk menuntaskan pembentukan RUU Perampasan Aset paling lambat pada 15 Desember 2026.

>>> Komitmen Tanpa Batas: Sufmi Dasco Siap Mundur dari DPR Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan Akhir 2026

Massa AMPB membawa dua tuntutan, yaitu mengesahkan RUU Perampasan Aset dan menerapkan hukuman terberat bagi koruptor.

"Jadi keempat, pimpinan DPR menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pimpinan DPR RI apabila sampai tanggal tersebut tidak dapat diselesaikan," ujarnya.

Setelah mendengarkan pembacaan surat tersebut, massa mulai meninggalkan lokasi aksi secara bertahap sembari mengajak peserta lainnya untuk kembali ke daerah asal.

Massa meninggalkan kawasan Gedung DPR dengan tertib dan situasi di lokasi berangsur kondusif. Aparat kepolisian pun melonggarkan penjagaan di area parlemen.

Tidak lama setelah aliansi masyarakat Pati itu membubarkan diri, gelombang masyarakat dari berbagai kelompok mulai berdatangan untuk melakukan aksi lanjutan.

>>> 5 HP Terbaik untuk Konser 2026: Dari Raja Zoom hingga Maestro Low Light Anti Blur

Kelompok mahasiswa seperti Batak Bersatu dan Masyarakat Betawi, serta mahasiswa lainnya, masih melakukan aksi di depan Gedung DPR maupun kawasan Taman Ria Senayan.

📰 Update Terbaru