unique visitors counter
⌂ Beranda News Nepal dan China Waspadai Banjir Susulan akibat Danau yang Terancam Jebol
News

Nepal dan China Waspadai Banjir Susulan akibat Danau yang Terancam Jebol

Nepal dan China Waspadai Banjir Susulan akibat Danau yang Terancam Jebol
Nepal dan China Waspadai Banjir Susulan akibat Danau yang Terancam Jebol
A A Ukuran Teks16px

Nepal dan China mengeluarkan peringatan pada Kamis tentang risiko banjir baru di Himalaya. Dua danau yang terbentuk di kedua sisi perbatasan mereka terancam jebol.

Wilayah itu masih berjuang menghadapi banjir dahsyat pekan ini. Banjir bandang dan tanah longsor di sepanjang perbatasan Nepal-Tibet telah menewaskan sedikitnya 362 orang.

>>> Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet Tewaskan 360 Orang, 1.400 Hilang

Otoritas penanggulangan bencana Nepal mengeluarkan peringatan bahwa sebuah danau yang terbentuk dari puing penyumbat sungai di lokasi banjir terus naik.

Danau itu berisiko jebol.

Warga di tepi sungai bagian bawah, penumpang, dan petugas penyelamat diminta waspada ekstra. Mereka diminta menjauhi tepi sungai dan area berbahaya.

China memperingatkan bahwa 3 juta meter kubik air akan mengalir ke danau yang sudah terbendung di sisi perbatasannya dalam tiga hari ke depan.

Volume itu setara sekitar 1.200 kolam renang Olimpiade.

>>> Polda Metro Jaya Perketat Patroli Siber Jelang Demo, Konten Hoaks Bakal Ditandai

Puncak aliran diperkirakan terjadi sekitar 1 September. Risiko jebolnya tanggul dinilai tinggi.

Rekaman udara dari tim penyelamat China pada Kamis menunjukkan pembentukan danau penghalang. Air cokelat menggenangi cekungan tanpa saluran keluar yang terlihat.

Air telah menenggelamkan semak dan pohon, serta tampak mendorong penghalang puing dan batu. Curah hujan yang diperkirakan turun pekan depan akan memperparah ancaman.

Peneliti Zhu Jinfeng dari departemen hidrologi kementerian sumber daya air China mengatakan volume air terus meningkat. Risiko pun ikut bertambah.

Menanggapi peringatan itu, sebagian petugas penyelamat di Nepal mulai bergerak ke tempat lebih tinggi. Pawan Koirala dan timnya yang berjumlah 13 orang menjauh dari dasar sungai.

>>> Kapolresta Tangerang Larang Penarikan Kendaraan Sepihak oleh Debt Collector

Koirala mengatakan mereka berada di lokasi untuk misi penyelamatan dan tidak ingin dekat dengan zona bahaya. Operasi pencarian masih berlangsung di lembah dan lereng yang dipenuhi puing.

📰 Update Terbaru