unique visitors counter
⌂ Beranda News Polda Metro: Aktivitas Warga Jakarta Kembali Normal, Waspada Provokasi
News

Polda Metro: Aktivitas Warga Jakarta Kembali Normal, Waspada Provokasi

Polda Metro: Aktivitas Warga Jakarta Kembali Normal, Waspada Provokasi
A A Ukuran Teks16px

Polda Metro Jaya memastikan aktivitas masyarakat di Jakarta kembali berjalan normal setelah kerusuhan yang terjadi usai aksi demonstrasi pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Kegiatan di sektor perkantoran, pendidikan, perdagangan, hingga mobilitas warga terpantau berlangsung seperti biasa.

>>> Polisi Amankan 322 Orang Usai Ricuh Demo DPR, Sita Sajam dan Pikap

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa secara umum aktivitas masyarakat pada pagi hari tetap berlangsung.

Kepolisian menyesuaikan pengamanan dan pelayanan berdasarkan dinamika yang terjadi di lapangan.

Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi di sejumlah wilayah Jakarta.

Imbauan untuk Masyarakat

Budi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh provokasi maupun informasi yang belum terverifikasi.

Ia meminta seluruh pihak menahan diri agar situasi setelah kerusuhan tidak kembali memanas.

Menurutnya, menjaga suasana tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi adalah kunci agar aktivitas masyarakat tetap berjalan baik.

>>> KLJ Rp300.000 Agustus 2026: Kapan Cair? Ini Syarat dan Prosedurnya

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan menyampaikan aspirasi dengan hak masyarakat lainnya.

Warga tetap harus dapat bekerja, belajar, berusaha, serta menggunakan ruang publik dengan aman.

Budi menegaskan bahwa Jakarta adalah ruang bersama, aspirasi harus mendapat tempat, dan keselamatan setiap orang wajib dijaga.

Ia mengajak semua pihak menjaga suasana tetap teduh dengan saling menghormati dan menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan.

Terkait kericuhan di kawasan Senayan dan Slipi pada Kamis malam, Budi menyebut itu dilakukan oleh kelompok perusuh atau pengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

>>> Banjir Nepal: 17.000 Anak Butuh Bantuan Mendesak, 18 Sekolah Hancur

Sebagian massa tidak lagi menyampaikan aspirasi, melainkan terlibat aksi anarkis seperti mencoba membakar dan mendorong pagar utama Gedung DPR.

📰 Update Terbaru