unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Nepal Siaga Banjir Susulan, Warga Terdampak Masih Berjuang
News

Nepal Siaga Banjir Susulan, Warga Terdampak Masih Berjuang

Warga melihat Sungai Trishuli yang meluap di Galchhi, Nepal
Nepal Siaga Banjir Susulan, Warga Terdampak Masih Berjuang
A A Ukuran Teks16px

Otoritas Nepal mengeluarkan peringatan potensi banjir susulan pada Minggu (30/8) dan meminta warga di daerah terdampak untuk tetap waspada.

Peringatan banjir dikirim ke ponsel warga sepanjang Minggu pagi, sementara tim penyelamat berupaya membersihkan jalan utama yang menghubungkan Kathmandu dengan salah satu daerah terparah.

Di kota Galchhi, sejumlah warga mencari tempat lebih tinggi di jembatan terdekat dan menyaksikan sungai yang meluap.

Mereka menunjuk batu-batu besar yang terbawa arus saat banjir sebelumnya, sementara yang lain di jembatan gantung diperingatkan dengan peluit.

Di sepanjang sungai, rumah, kendaraan, dan traktor pertanian terlihat mencuat dari sedimen abu-abu tebal yang menutupi desa-desa di daerah terdampak.

Teras sawah di tepi sungai mengalami longsor, menyebabkan sebagian lahan jatuh ke sungai.

Korban dan Peringatan

Jumlah korban gabungan di Nepal dan Tibet mencapai 750 tewas dan lebih dari 3.000 orang hilang setelah pembaruan terbaru pada Minggu.

Badan penanggulangan bencana Nepal melaporkan korban tewas mencapai 734 orang dan 2.498 orang hilang, sementara otoritas Tiongkok melaporkan 16 tewas dan 546 hilang, termasuk lebih dari seratus warga Nepal dan warga dari belasan negara.

Peringatan terbaru muncul setelah otoritas Tiongkok memberi tahu mitra Nepal tentang peningkatan aliran air di hulu, kata Dharam Raj Uprety, kepala eksekutif Otoritas Nasional Pengurangan Risiko Bencana Nepal, kepada Associated Press.

Namun, warga desa yang terkena banjir mengaku kesulitan memahami alarm yang terus berbunyi sejak banjir awal.

“Terkadang mereka bilang banjir akan datang, lalu kami harus lari lagi ke tempat yang lebih tinggi, bahkan di malam hari.

Hujan juga turun,” kata Govind Shreshta, warga setempat.

“Sangat sulit bagi saya. Saya punya ayah 72 tahun dan ibu 70 tahun.

Saya harus menggendong mereka dan saya kelelahan. Begitu terus bagi mereka yang masih hidup.”

Jembatan beton besar dan jembatan gantung kecil hancur, membuat akses komunitas di seberang sungai semakin sulit.

“Mereka yang di sana sekarang terjebak di sana. Yang di sini terjebak di sini.

Ini akan sangat sulit,” kata Sattan Singh Tamang, 47, yang sedang bekerja di dekat jembatan saat banjir Rabu lalu.

Rumah dan bisnis yang selamat dari banjir masih tanpa listrik pada Minggu, dengan tiang listrik dan kabel yang terpilin di lumpur.

Jalan Raya Prithivi adalah jalur pasokan penting untuk makanan, bahan bakar, dan barang lain yang masuk ke Kathmandu dari berbagai wilayah.

Sebagian besar jalan raya sudah beroperasi, tetapi bagian lain masih menghadapi tantangan perbaikan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru