unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Polri Luncurkan PoliceTube, Tapi Mirip LahTube? Netizen Heboh!
News

Polri Luncurkan PoliceTube, Tapi Mirip LahTube? Netizen Heboh!

Polri Luncurkan PoliceTube, Tapi Mirip LahTube? Netizen Heboh!
instagram • pixabay
A A Ukuran Teks16px

Polri Luncurkan PoliceTube, Tapi Mirip LahTube? Netizen Heboh!

Baru-baru ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan peluncuran sebuah platform video bernama PoliceTube oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Platform ini digadang-gadang sebagai upaya transparansi dari institusi kepolisian kepada publik, sekaligus menjadi wadah untuk menyebarkan informasi positif, kinerja polisi, hingga edukasi hukum.

Namun, yang semula ingin memberikan kesan inovatif dan modern, justru berujung pada kontroversi. Pasalnya, tampilan dan sistem kerja PoliceTube dinilai sangat mirip dengan salah satu platform video lokal bernama LahTube , bahkan disebut-sebut menggunakan source code yang sama. Hal ini membuat banyak netizen terkejut, bahkan tak sedikit yang mengkritik keras cara pengembangan platform tersebut.

Tujuan Mulia, Eksekusi Jadi Sorotan
Dalam rilis resminya, Polri menjelaskan bahwa PoliceTube merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan teknologi PT Digital Unggul Gemilang . Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, dan Direktur Utama PT Digital Unggul Gemilang, Vini Septiana. Peluncuran ini diharapkan bisa memperkuat citra Polri di mata masyarakat melalui media digital yang lebih transparan dan interaktif.

"Kehadiran Policetube ini diharapkan akan mengukir sejarah dan membawa harapan besar bagi pelaksanaan kehumasan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia," ujar Irjen Pol Sandi Nugroho seperti dikutip dari Antara News pada 26 Juni 2025.

Sayangnya, meskipun tujuannya mulia, eksekusi teknis dan visual dari platform ini langsung menuai banyak kritik dari netizen. Banyak yang menyoroti kemiripan antara PoliceTube dan LahTube, baik dari segi desain, fitur, hingga struktur kode sumber (source code ) yang diduga sama.

Kemiripan dengan LahTube Bikin Geger
Melalui cuitan di Twitter, beberapa akun mulai membongkar fakta-fakta yang mencurigakan. Salah satunya adalah akun @watchmenID yang menulis singkat:

"Iya, kayak YouTube."

Tidak hanya itu, akun @misrblebstrd juga ikut membongkar lebih dalam. Ia menyebut bahwa PoliceTube ternyata dibangun menggunakan basis kode dari situs LahTube. Bahkan ketika bagian tertentu diklik, pengguna justru dialihkan ke situs asli LahTube.

“From what I can found, based on next.js, dia pakai source code lahtube.com/playtube, tampilan dan fitur-fiturnya sama persis. Jadi memang cuma ganti icon sama style CSS-nya aja. Ada endpoint yang bisa expose semua user, id, email, pp, dll,” tulisnya.

Pernyataan ini sontak memicu reaksi luas di media sosial, terutama di Twitter, yang hingga saat ini sudah mendapat ribuan likes dan retweet. Cuitan tersebut telah dilihat oleh lebih dari 821,8 ribu pengguna dan masih terus menyebar.

Reaksi Publik Beragam
Berbagai komentar bermunculan setelah informasi ini viral. Sebagian besar netizen tampak skeptis dengan manfaat realistis dari platform ini. Beberapa bahkan mempertanyakan urgensi pembuatan aplikasi baru jika hasilnya hanya modifikasi dari platform yang sudah ada.

Salah satu akun Twitter @kepalamumet menulis:

“Pertanyaan gua, siapa yang mau jadi audiencenya? Siapa yang mau instal aplikasinya? Siapa yang mau bikin akun di situ? Dan terakhir, siapa yang mau nonton kontennya?”

Sementara akun lain, @decembersags, memberikan tanggapan yang lebih filosofis:

“Oh itu tuh platform showing prove kalau sebenarnya polisi butuh validasi dan kepercayaan dari masyarakat, bahwa polisi itu ada dan bisa kerja? Oh i see.”

Ada pula yang menyoroti sisi anggaran proyek IT ini. Akun @pacexnaufal bertanya:

“Kira-kira kalau begini pas pengajuan budget buat bikin websitenya berapa ya? Dan yang actual budget yang kepak berapa?”

Dan akun @misrblebstrd, yang sempat membongkar isu ini, memberikan penegasan:

“Sebenarnya gak ada salahnya juga sih pakai vendor buat develop proyek IT. Tapi mbok ya pilih yang berkualitas gitu kaya Suitmedia yang portonya jelas. Kalau ini kan kelihatan banget proyek modifan.”

Apakah Ini Inovasi atau Hanya Rebranding?
Fakta bahwa PoliceTube menggunakan source code dari platform lain tentu menjadi pertanyaan besar. Di satu sisi, penggunaan platform open-source atau template memang sah-sah saja dalam dunia pengembangan aplikasi. Namun, jika tidak dirancang ulang secara maksimal, hasil akhirnya justru akan terkesan murahan dan tidak profesional—terlebih jika dikaitkan dengan instansi sebesar Polri.

Selain itu, dari sisi keamanan data, adanya endpoint yang dapat mengakses informasi sensitif seperti email dan ID pengguna menjadi catatan serius tersendiri. Hal ini tentu berpotensi menimbulkan risiko kebocoran data jika tidak dikelola dengan benar.

Apa yang Diharapkan dari PoliceTube?
Menurut analisis beberapa ahli teknologi dan pemerhati media sosial, hadirnya PoliceTube sebenarnya bisa menjadi langkah maju dalam upaya Polri mendekatkan diri dengan masyarakat. Sayangnya, strategi peluncuran dan eksekusi teknisnya justru merusak pesan positif yang ingin disampaikan.

Platform seperti ini membutuhkan pendekatan yang lebih matang, baik dari segi konten, desain, infrastruktur, hingga komunikasi publik. Masyarakat saat ini tidak lagi mudah terkesan dengan sekadar logo baru atau slogan transparansi tanpa bukti nyata.

 

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru