Profil Tampang Hariyanto Sosok Pelaku Penculik dan Pembunuh Zahra yang Masih Berkeliaran, lengkap dari Umur, Agama dan Akun Instagram
Siapa Hariyanto? Sosok Misteri Pelaku Penculik dan Pembunuh Zahra yang Masih Berkeliaran dan Jadi Buronan
Tragedi pilu kembali mengguncang wilayah Tulang Bawang, Lampung. Seorang anak perempuan bernama Zahra (9 tahun) menjadi korban keji kekerasan yang menewaskan. Kasus penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan Zahra hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Yang lebih menyedihkan, pelaku utamanya—Hariyanto—masih berkeliaran dan menjadi buronan.
Kisah mengerikan ini pertama kali diungkap melalui siaran di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada 21 Juli 2025. Dalam tayangan tersebut, keluarga korban, khususnya sang ibu dan tante, memohon bantuan kepada masyarakat luas, termasuk tokoh publik seperti Denny Sumargo, demi mendapat keadilan bagi Zahra.
Peristiwa Mengejutkan di Pemandian Umum
Zahra yang biasa tinggal di kawasan Tulang Bawang, sempat pamit kepada kakaknya untuk mandi di sebuah pemandian umum tidak jauh dari rumah. Namun, setelah beberapa waktu tidak pulang-pulang, keluarga mulai mencarinya dengan panik. Saat tiba di lokasi, mereka hanya menemukan handuk dan kotak sabun milik Zahra—tidak ada keberadaan bocah malang itu.
Kecemasan berubah menjadi duka luar biasa saat jasad Zahra akhirnya ditemukan di dalam sebuah bedeng atau gubuk di kawasan yang sama. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi tertutup tikar, dan telah tidak bernyawa.
Jejak Kekerasan yang Mengenaskan
Tante Zahra, yang turut mengidentifikasi jasad keponakannya, mengungkapkan bahwa tubuh Zahra penuh dengan luka-luka yang sangat mengenaskan. “Di leher ada bekas cekikan, paha kanan memar parah, dan seluruh tubuh bagian belakang biru lebam. Ini semua bukan kecelakaan. Dia pasti disiksa,” ujar tante Zahra dengan suara bergetar.
Lebih menyakitkan lagi, hasil visum menunjukkan bahwa Zahra juga menjadi korban kekerasan seksual. Sperma ditemukan di tubuh korban, yang memperkuat dugaan bahwa Zahra telah diperkosa sebelum akhirnya dibunuh secara sadis.
Pelaku Teridentifikasi, Namun Masih Buron
Penyelidikan cepat mengarah kepada seorang pria bernama Hariyanto. Identitas ini terungkap setelah jasad Zahra ditemukan di dalam kamar milik Hariyanto. Tidak hanya itu, wajah Hariyanto pun mulai beredar luas di media sosial sebagai pelaku utama dalam kasus ini.
Salah satu unggahan di Twitter dari akun @Mpiiiing pada 15 Juli 2025 menampilkan foto jelas Hariyanto. Unggahan tersebut menyebut bahwa pria ini adalah penculik, pemerkosa, dan pembunuh Zahra. Pesan viral pun menyebar: “X Do your magic! Guys mohon bantuannya untuk seorang ibu yang mencari keadilan untuk anaknya. Tragedi Zahra, seorang anak perempuan diculik, diracun, diperkosa, dan dibunuh – pelaku masih berkeliaran di Tulang Bawang, Lampung – 22 Juni 2025.”
Kepolisian Masih Buru Pelaku
Hingga kini, Hariyanto masih menjadi buronan. Pihak kepolisian telah mengeluarkan surat edaran dan meningkatkan patroli di wilayah Tulang Bawang untuk menangkap pelaku. Namun, informasi terkini menunjukkan bahwa Hariyanto belum berhasil ditangkap dan diduga masih bersembunyi di sekitar lokasi kejadian.
Keluarga Zahra terus memohon agar masyarakat membantu memberikan informasi apa pun yang bisa mempercepat penangkapan pelaku. “Kami hanya ingin keadilan untuk Zahra. Dia tidak pantas mati seperti ini,” ujar ibu Zahra dengan air mata berlinang.
Respons Masyarakat dan Harapan Keadilan
Kasus ini menuai perhatian besar dari masyarakat luas, tidak hanya di Lampung tetapi juga di tingkat nasional. Banyak pihak mengecam kekejian yang dialami Zahra dan menuntut agar pelaku segera ditangkap serta dihukum seberat-beratnya.
Tokoh masyarakat, aktivis HAM, dan para netizen pun ikut angkat suara, meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera menyelesaikan kasus ini. Banyak yang menyebut bahwa keberadaan pelaku yang masih berkeliaran adalah ancaman nyata bagi keselamatan anak-anak di sekitar wilayah tersebut.
Penutup
Tragedi Zahra adalah pengingat kelam akan pentingnya perlindungan anak dan ketangguhan sistem hukum dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak. Harapan keluarga dan masyarakat hanya satu: keadilan bagi Zahra dan keamanan bagi anak-anak lainnya.
Mari kita doakan agar pelaku segera tertangkap, dan semoga kasus ini menjadi titik awal bagi perubahan nyata dalam sistem perlindungan anak di Indonesia.