unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pyongyang Tolak Klaim Uji Hipersonik Seoul, Justifikasi Penguatan Senjata
News

Pyongyang Tolak Klaim Uji Hipersonik Seoul, Justifikasi Penguatan Senjata

Ilustrasi uji kendaraan luncur hipersonik Korea Selatan
Pyongyang Tolak Klaim Uji Hipersonik Seoul, Justifikasi Penguatan Senjata
A A Ukuran Teks16px

Pyongyang kembali menyerang Korea Selatan terkait uji senjata hipersonik terbaru, Jumat, dengan menolak penjelasan Seoul bahwa material canggih mencegah munculnya bekas bakar pada kendaraan uji tersebut.

Penolakan itu sekaligus dipakai Pyongyang untuk membenarkan penguatan kemampuan persenjataannya sendiri.

Perselisihan ini muncul setelah kedua Korea memberi penilaian berbeda atas teknologi yang ditunjukkan dalam peluncuran uji pertama kendaraan luncur hipersonik (HGV) Korea Selatan pada 8 Oktober.

Korea Utara awalnya mempertanyakan keberhasilan uji tersebut.

Pyongyang menilai kendaraan itu pasti gagal mencapai kecepatan hipersonik karena foto-foto tidak menunjukkan jelaga di permukaannya.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan membantahnya dengan menyatakan kendaraan itu dilengkapi teknologi perlindungan panas canggih.

Seoul juga menegaskan jelaga yang terlihat tidak selalu muncul selama penerbangan hipersonik.

Pyongyang Sebut Penjelasan Seoul Tidak Masuk Akal

Pada Jumat, Pyongyang membalas penjelasan kementerian pertahanan itu dan menyebutnya "tidak masuk akal".

"Ini bukan soal material tahan panas atau kinerja perlindungan termal," kata Kim Jong-sik, wakil kepala departemen Komite Sentral Partai Pekerja, dalam pernyataan yang dibawa Korean Central News Agency.

Kim menuding Seoul membuat klaim yang tidak masuk akal soal kinerja material tahan panas buatan dalam negeri.

Menurutnya, tidak ada teknologi negara mana pun yang bisa mencegah cat terbakar akibat kenaikan suhu permukaan karena pemanasan aerodinamis.

Ia juga mengkritik rencana Korea Selatan mengembangkan lebih lanjut teknologi untuk mempersenjatai kendaraan luncur hipersonik.

"Ambisi konfrontatif musuh-musuh kejam kami telah memberi kami justifikasi paling masuk akal untuk memperkuat kemampuan pertahanan kami," ujar Kim.

Uji tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antar-Korea setelah ledakan ranjau darat di kawasan perbatasan yang melukai tiga tentara Korea Selatan.

Uji itu dimaksudkan untuk mengevaluasi material perlindungan termal suhu tinggi, sistem panduan dan kendali, serta kemampuan kendaraan bermanuver tak terduga di ketinggian rendah.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru